Cari Tiket Pesawat Yogyakarta Jeddah (JOG - JED) Murah

Pulang Pergi?

Kenapa beli di tiket.com?

Banyak Pilihan Maskapai

Website dengan maskapai penerbangan terbanyak di Indonesia dan dunia.

Aman Dan Mudah

Metode pembayaran terlengkap dengan sistem online yang aman, lengkap, dan mudah.

Konfirmasi Langsung

Konfirmasi pembelian real-time. Tiket langsung dikirimkan melalui e-mail dan SMS.

tiket.com menyediakan jasa reservasi dan ticketing online tiket pesawat murah secara instan, di mana pelanggan dapat mencari dan memilih maskapai yang berbeda dalam sekali pembelian pulang pergi. tiket.com juga menyediakan tiket murah dari Yogyakarta (JOG) ke Jeddah (JED) mulai dari ~ di bulan August 2019. Harga yang terdapat di tiket.com lebih murah dibandingkan harga tiket resmi di airlines karena biaya metode pembayaran pada tiket.com sangat murah. Sekarang pembayaran bisa dilakukan dengan banyak cara seperti Kartu Kredit, KlikBCA, Klikpay, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks, XL Tunai dan ePay BRI. Setelah pembayaran selesai dilaksanakan, voucher akan otomatis terkirim ke email anda dalam kurun waktu beberapa menit.

Harga Tiket Pesawat Yogyakarta Jeddah (JOG - JED) Promo

Yogyakarta (JOG)

Jeddah (JED)

Kota Yogyakarta atau yang sering disebut Jogja adalah pusat pemerintahan dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Nama Yogyakarta berasal dari kata Ayogya atau Ayodhya yang berarti ‘tidak ada perang'. Sedangkan Karta adalah istilah yang berarti 'baik'.

Kota Yogyakarta berada di lembah tiga sungai. Tiga sungai tersebut adalah Sungai Winongo, Sungai Code dan Sungai Gajah Wong. Meskipun demikian, kota ini jarang sekali mengalami banjir karena sistem drainase yang baik di Yogyakarta telah dibangun sejak zaman kolonial Belanda.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di Kota Gudeg Jogja ini. Jika kamu sudah berkali-kali berkunjung ke Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, atau Malioboro dan ingin mencari suasana baru, maka kamu bisa datang ke Desa Wisata Kalibiru.

Desa Wisata Kalibiru di Yogyakarta adalah sebuah spot untuk menikmati panorama hijau dari ketinggian. Kamu juga bisa melakukan flying fox di tempat ini. Selain desa wisata, Yogyakarta juga punya Museum De Mata Trick Eye. Museum 3 Dimensi ini cocok untuk kamu yang gemar bergaya dan berfoto.

Kamu juga bisa singgah ke Upside Down World di Sleman. Di sini, suasana ruangan unik serupa di luar angkasa dapat kamu temukan. Kota Yogyakarta memang tak pernah sepi wisatawan. Sepanjang tahun, tiket pesawat ke Yogyakarta selalu diburu oleh turis domestik maupun mancanegara.

Bandara Adisucipto

Karena tingginya permintaan tiket pesawat ke Yogyakarta ini, tak heran jika banyak maskapai berlomba-lomba melakukan penerbangan ke Yogyakarta. Nah, sebelum kamu juga berangkat ke Yogyakarta, tahukah kamu apa nama bandara kebanggaan Kota Gudeg ini?

Bandar Udara Internasional Adisucipto akan menjadi bandara pendaratan kamu jika membeli tiket pesawat ke Yogyakarta. Bandar udara publik sekaligus militer ini, berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I.

Sangat banyak maskapai yang telah membuka layanan penerbangan di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Maskapai-maskapai tersebut adalah AirAsia, Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Garuda Indonesia Explore, Indonesia Airasia, Lion Air, NAM Air, Silk Air, Wings Air, dan Express Air.

Rute-rute penerbangan yang dilayani pun cukup banyak. Terdapat rute pesawat Yogyakarta-Jakarta Soekarno Hatta, Yogyakarta-Jakarta Halim Perdanakusuma, Yogyakarta-Surabaya, Yogyakarta-Pontianak, Yogyakarta-Balikpapan, Yogyakarta-Makassar, Yogyakarta-Pekanbaru, Yogyakarta-Malang, Yogyakarta-Palembang, Yogyakarta-Medan, dan masih banyak lagi.

Untuk penerbangan internasional, bandara ini juga melayani penerbangan ke Kuala Lumpur dan Singapore. Maskapai yang melayani penerbangan rute internasional ini adalah Silk Air dan Air Asia.

Karena banyaknya rute penerbangan dan kota keberangkatan yang dapat dipilih, kamu dapat menyesuaikan tiket pesawat ke Yogyakarta sesuai kebutuhan.

Bandara Adisucipto Jogja

Bandara Adisucipto bermula dari sebuah lapangan terbang bernama Lapangan Terbang Maguwoharjo. Lapangan terbang ini dibangun pada tahun 1940 oleh pemerintah Belanda.

Pada tahun 1942, lapangan terbang ini diduduki oleh Jepang. Kemudian pada tahun 1945, Lapangan Terbang Maguwoharjo jatuh ke tangan tentara BKR (Badan Keamanan Rakyat), kemudian diserahkan kepada Pemerintah Indonesia.

Lapangan Terbang Maguwoharjo kemudian digunakan sebagai pangkalan pesawat militer Indonesia. Selain itu, lapangan terbang ini juga digunakan untuk latihan terbang. Akademi pilot militer angkatan udara ini dipimpin oleh Agustinus Adisucipto. Namun, pada tahun 1947, pesawat yang diterbangkan oleh Agustinus Adisucipto, ditembak oleh Belanda.

Tahun 1959, bandara ini berubah menjadi Akademi Angkatan Udara (AAU). Selanjutnya, pada tahun 1964, bandara ini menjadi Bandara Sipil dan Militer. Lapangan Terbang Maguwoharjo kemudian resmi berubah nama menjadi Bandara Adisucipto untuk menghormati jasa Marsekal Muda Agustinus Adisucipto.

Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta berlokasi di Jalan Raya Solo Kilometer 9, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Ayo pesan tiket pesawat ke Yogyakarta jika kamu ingin mencicipi pengalaman mendarat di Bandara Internasional Adisucipto. Tiket pesawat ke Yogyakarta sangat mudah didapatkan via online. Segeralah berangkat ke Jogja. Kota budaya dan wisata ini sedang menunggu kamu.

Foto Bandara

Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah merupakan bandar udara utama yang melayani kota Jeddahdi Arab Saudi. Bandar udara ini diberi nama seperti nama Raja Arab Saudi pertama, Abdul Aziz dari Arab Saudi. Bandar udara ini sering disebut Jeddah, dan menjadi kode IATA-nya, yaitu JED.

Bandara ini terletak 19 kilometer utara Kota JeddahArab Saudi. Pengerjaan pembangunan bandara ini dimulai tahun 1974, dan selesai tahun 1980. Akhirnya, pada 31 Mei1981, bandara ini dibuka untuk layanan penuh setelah secara resmi di buka pada April 1981.

Karena kedekatan Jeddah ke kota suci Islam Makkah, bandara singkatan satu fitur khusus: Terminal Haji khusus dibangun untuk menangani peziarah asing ditakdirkan ke Mekkah untuk mengambil bagian dalam ritual yang terkait dengan ibadah haji tahunan. Banyak maskapai penerbangan dari negara-negara Muslim dan non-Muslim telah menggunakan Terminal Haji, menyediakan kemampuan yang diperlukan untuk membawa peziarah ke Arab Saudi. Ini dirancang oleh Fazlur Rahman Khan dari perusahaan arsitektur Skidmore, Owings dan Merrill LLP (SOM) dan direkayasa oleh Horst Berger saat di Geiger Berger Associates.

Terminal Utara di bandara Jeddah digunakan oleh semua maskapai penerbangan asing. Terminal Selatan adalah dicadangkan untuk penggunaan eksklusif Saudi Arabian Airlines sampai 2007 ketika juga operator swasta Arab Saudi Nas Air dan Sama Airlines diberi izin untuk menggunakan terminal ini. Bandara KAIA-Jeddah berfungsi sebagai hub utama untuk Saudi Arabian Airlines.

Para haji bandara Jeddah Terminal diperkirakan, pada lima juta kaki persegi (465.000 m²), antara terminal terbesar di dunia udara setelah Bandara Internasional Ibukota Beijing, Dubai International Airport dan Bandara Internasional Hong Kong. Ini mencakup lebih dari 100 hektare (405.000 m²) dan dikenal untuk tenda berbentuk atap. Atap Terminal 3 adalah tidak hanya tenda, tetapi bahan fiberglass berwarna putih. Terminal Haji menawarkan fasilitas banyak peziarah, termasuk sebuah masjid, dan dapat menampung 80.000 wisatawan pada waktu yang sama.

Foto Bandara

Yogyakarta (JOG)

Jeddah (JED)

Kota Yogyakarta atau yang sering disebut Jogja adalah pusat pemerintahan dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Nama Yogyakarta berasal dari kata Ayogya atau Ayodhya yang berarti ‘tidak ada perang'. Sedangkan Karta adalah istilah yang berarti 'baik'.

Kota Yogyakarta berada di lembah tiga sungai. Tiga sungai tersebut adalah Sungai Winongo, Sungai Code dan Sungai Gajah Wong. Meskipun demikian, kota ini jarang sekali mengalami banjir karena sistem drainase yang baik di Yogyakarta telah dibangun sejak zaman kolonial Belanda.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di Kota Gudeg Jogja ini. Jika kamu sudah berkali-kali berkunjung ke Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, atau Malioboro dan ingin mencari suasana baru, maka kamu bisa datang ke Desa Wisata Kalibiru.

Desa Wisata Kalibiru di Yogyakarta adalah sebuah spot untuk menikmati panorama hijau dari ketinggian. Kamu juga bisa melakukan flying fox di tempat ini. Selain desa wisata, Yogyakarta juga punya Museum De Mata Trick Eye. Museum 3 Dimensi ini cocok untuk kamu yang gemar bergaya dan berfoto.

Kamu juga bisa singgah ke Upside Down World di Sleman. Di sini, suasana ruangan unik serupa di luar angkasa dapat kamu temukan. Kota Yogyakarta memang tak pernah sepi wisatawan. Sepanjang tahun, tiket pesawat ke Yogyakarta selalu diburu oleh turis domestik maupun mancanegara.

Bandara Adisucipto

Karena tingginya permintaan tiket pesawat ke Yogyakarta ini, tak heran jika banyak maskapai berlomba-lomba melakukan penerbangan ke Yogyakarta. Nah, sebelum kamu juga berangkat ke Yogyakarta, tahukah kamu apa nama bandara kebanggaan Kota Gudeg ini?

Bandar Udara Internasional Adisucipto akan menjadi bandara pendaratan kamu jika membeli tiket pesawat ke Yogyakarta. Bandar udara publik sekaligus militer ini, berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I.

Sangat banyak maskapai yang telah membuka layanan penerbangan di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Maskapai-maskapai tersebut adalah AirAsia, Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Garuda Indonesia Explore, Indonesia Airasia, Lion Air, NAM Air, Silk Air, Wings Air, dan Express Air.

Rute-rute penerbangan yang dilayani pun cukup banyak. Terdapat rute pesawat Yogyakarta-Jakarta Soekarno Hatta, Yogyakarta-Jakarta Halim Perdanakusuma, Yogyakarta-Surabaya, Yogyakarta-Pontianak, Yogyakarta-Balikpapan, Yogyakarta-Makassar, Yogyakarta-Pekanbaru, Yogyakarta-Malang, Yogyakarta-Palembang, Yogyakarta-Medan, dan masih banyak lagi.

Untuk penerbangan internasional, bandara ini juga melayani penerbangan ke Kuala Lumpur dan Singapore. Maskapai yang melayani penerbangan rute internasional ini adalah Silk Air dan Air Asia.

Karena banyaknya rute penerbangan dan kota keberangkatan yang dapat dipilih, kamu dapat menyesuaikan tiket pesawat ke Yogyakarta sesuai kebutuhan.

Bandara Adisucipto Jogja

Bandara Adisucipto bermula dari sebuah lapangan terbang bernama Lapangan Terbang Maguwoharjo. Lapangan terbang ini dibangun pada tahun 1940 oleh pemerintah Belanda.

Pada tahun 1942, lapangan terbang ini diduduki oleh Jepang. Kemudian pada tahun 1945, Lapangan Terbang Maguwoharjo jatuh ke tangan tentara BKR (Badan Keamanan Rakyat), kemudian diserahkan kepada Pemerintah Indonesia.

Lapangan Terbang Maguwoharjo kemudian digunakan sebagai pangkalan pesawat militer Indonesia. Selain itu, lapangan terbang ini juga digunakan untuk latihan terbang. Akademi pilot militer angkatan udara ini dipimpin oleh Agustinus Adisucipto. Namun, pada tahun 1947, pesawat yang diterbangkan oleh Agustinus Adisucipto, ditembak oleh Belanda.

Tahun 1959, bandara ini berubah menjadi Akademi Angkatan Udara (AAU). Selanjutnya, pada tahun 1964, bandara ini menjadi Bandara Sipil dan Militer. Lapangan Terbang Maguwoharjo kemudian resmi berubah nama menjadi Bandara Adisucipto untuk menghormati jasa Marsekal Muda Agustinus Adisucipto.

Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta berlokasi di Jalan Raya Solo Kilometer 9, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Ayo pesan tiket pesawat ke Yogyakarta jika kamu ingin mencicipi pengalaman mendarat di Bandara Internasional Adisucipto. Tiket pesawat ke Yogyakarta sangat mudah didapatkan via online. Segeralah berangkat ke Jogja. Kota budaya dan wisata ini sedang menunggu kamu.

Foto Bandara

Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah merupakan bandar udara utama yang melayani kota Jeddahdi Arab Saudi. Bandar udara ini diberi nama seperti nama Raja Arab Saudi pertama, Abdul Aziz dari Arab Saudi. Bandar udara ini sering disebut Jeddah, dan menjadi kode IATA-nya, yaitu JED.

Bandara ini terletak 19 kilometer utara Kota JeddahArab Saudi. Pengerjaan pembangunan bandara ini dimulai tahun 1974, dan selesai tahun 1980. Akhirnya, pada 31 Mei1981, bandara ini dibuka untuk layanan penuh setelah secara resmi di buka pada April 1981.

Karena kedekatan Jeddah ke kota suci Islam Makkah, bandara singkatan satu fitur khusus: Terminal Haji khusus dibangun untuk menangani peziarah asing ditakdirkan ke Mekkah untuk mengambil bagian dalam ritual yang terkait dengan ibadah haji tahunan. Banyak maskapai penerbangan dari negara-negara Muslim dan non-Muslim telah menggunakan Terminal Haji, menyediakan kemampuan yang diperlukan untuk membawa peziarah ke Arab Saudi. Ini dirancang oleh Fazlur Rahman Khan dari perusahaan arsitektur Skidmore, Owings dan Merrill LLP (SOM) dan direkayasa oleh Horst Berger saat di Geiger Berger Associates.

Terminal Utara di bandara Jeddah digunakan oleh semua maskapai penerbangan asing. Terminal Selatan adalah dicadangkan untuk penggunaan eksklusif Saudi Arabian Airlines sampai 2007 ketika juga operator swasta Arab Saudi Nas Air dan Sama Airlines diberi izin untuk menggunakan terminal ini. Bandara KAIA-Jeddah berfungsi sebagai hub utama untuk Saudi Arabian Airlines.

Para haji bandara Jeddah Terminal diperkirakan, pada lima juta kaki persegi (465.000 m²), antara terminal terbesar di dunia udara setelah Bandara Internasional Ibukota Beijing, Dubai International Airport dan Bandara Internasional Hong Kong. Ini mencakup lebih dari 100 hektare (405.000 m²) dan dikenal untuk tenda berbentuk atap. Atap Terminal 3 adalah tidak hanya tenda, tetapi bahan fiberglass berwarna putih. Terminal Haji menawarkan fasilitas banyak peziarah, termasuk sebuah masjid, dan dapat menampung 80.000 wisatawan pada waktu yang sama.

Foto Bandara

Cara booking pesawat menggunakan tiket.com