Cari Tiket Pesawat Semarang Jakarta - Halim (SRG - HLP) Murah

Pulang Pergi?

Kenapa beli di tiket.com?

Banyak Pilihan Maskapai

Website dengan maskapai penerbangan terbanyak di Indonesia dan dunia.

Aman Dan Mudah

Metode pembayaran terlengkap dengan sistem online yang aman, lengkap, dan mudah.

Konfirmasi Langsung

Konfirmasi pembelian real-time. Tiket langsung dikirimkan melalui e-mail dan SMS.

tiket.com menyediakan jasa reservasi dan ticketing online tiket pesawat murah secara instan, di mana pelanggan dapat mencari dan memilih maskapai yang berbeda dalam sekali pembelian pulang pergi. tiket.com juga menyediakan tiket murah dari Semarang (SRG) ke Jakarta - Halim (HLP) mulai dari ~ di bulan October 2019. Harga yang terdapat di tiket.com lebih murah dibandingkan harga tiket resmi di airlines karena biaya metode pembayaran pada tiket.com sangat murah. Sekarang pembayaran bisa dilakukan dengan banyak cara seperti Kartu Kredit, KlikBCA, Klikpay, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks, XL Tunai dan ePay BRI. Setelah pembayaran selesai dilaksanakan, voucher akan otomatis terkirim ke email anda dalam kurun waktu beberapa menit.

Harga Tiket Pesawat Semarang Jakarta - Halim (SRG - HLP) Promo

Semarang (SRG)

Jakarta - Halim (HLP)

Sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah, Semarang adalah kota metropolitan terbesar nomor 5 di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung.

Semarang adalah sebuah kota pelabuhan di pesisir laut Jawa dengan berbagai potensi wisata, industri, perdagangan dan agraria. Kota Semarang terbagi menjadi kota atas dan kota bawah. Kota atas merupakan daerah dataran tinggi di bagian Selatan yang kini menjadi pusat kesibukan penduduk. Kota bawah merupakan daerah yang dekat dengan garis Pantai Utara (Pantura).

Sebagai sebuah kota dengan tingkat perkembangan yang sangat pesat, keunikan dan keindahan Semarang selalu dapat mengundang wisatawan untuk singgah ke kota ini. Ada banyak tempat wisata di Semarang yang layak untuk dijadikan pilihan kunjungan saat berlibur atau saat berakhir pekan bersama sahabat dan keluarga.

Semarang memiliki banyak pantai, air terjun, juga tempat wisata budaya yang akan membuat siapapun betah berkunjung ke kota ini. Beberapa tempat wisata di Semarang yang telah populer di masyarakat, di antaranya adalah Lawang Sewu, Curug Benowo, Air Terjun Tujuh Bidadari, Rumah Pohon Kali Kulon, Pantai Maron, dan masih banyak lagi.

Segeralah berangkat ke Semarang untuk melihat semua tempat menarik ini. Pesan tiket pesawat ke Semarang kini begitu mudah dilakukan via online. Namun, sebelum berangkat, kenali dahulu bandara di Semarang yang akan digunakan untuk mendarat pesawat kamu nanti.

Tahukah kamu apa nama bandara di Semarang ini?

Bandara Ahmad Yani Baru

Bandar Udara Internasional Ahmad Yani merupakan sebuah bandar udara berskala internasional di Kota Semarang, Jawa Tengah. Bandara ini dulunya adalah sebuah pangkalan udara untuk TNI Angkatan Darat. Namun, sejak tahun 1995, Bandar Udara Ahmad Yani resmi membuka pelayanan untuk penerbangan pesawat komersial. Pada tahun 2004, bandara ini resmi dikukuhkan sebagai bandara internasional.

Telah banyak maskapai penerbangan yang memberikan pelayanan melalui bandara Ahmad Yani Semarang. Beberapa maskapai ternama yang telah melayani penerbangan di bandara ini, antara lain Garuda Indonesia, AirAsia, Batik Air, Citilink, Lion Air, Wings Air, dan masih banyak lagi.

Penerbangan ke rute-rute domestik di antaranya mencakup rute Semarang-Jakarta PP, Semarang-Surabaya PP, Semarang-Denpasar PP, Semarang-Bandung PP, Semarang-Mataram PP, Semarang-Pangkalan Bun PP, dan masih banyak lagi rute yang dapat dicapai melalui penerbangan dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Untuk penerbangan internasional, Bandara Internasional Ahmad Yani telah melayani penerbangan untuk Semarang-Singapura PP oleh maskapai Indonesia AirAsia, dan rute Semarang-Kuala Lumpur PP dengan maskapai AirAsia.

Uniknya, bandara ini juga menjadi salah satu gerbang masuk untuk menuju salah satu tempat wisata terfavorit di sekitar Pulau Jawa, yaitu Karimunjawa. Penerbangan dari Semarang ke Karimunjawa dapat dilakukan dengan maskapai Airfast Indonesia dengan pesawat perintisnya.

Karena banyaknya jadwal maskapai yang melayani penerbangan ke Semarang, kamu dapat menyesuaikan tiket pesawat ke Semarang yang kamu pesan sesuai kebutuhan.

Bandara Ahmad Yani Semarang

Sejarah Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang bermula dari keberadaan Pangkalan Udara Kalibanteng milik TNI Angkatan Darat. Karena kebutuhan penerbangan untuk TNI semakin meningkat, Pangkalan Udara Kalibanteng akhirnya diubah sebagai Pangkalan Udara Bersama pada tahun 1966.

Seiring dengan berjalannya waktu, penerbangan sipil nyatanya juga membutuhkan fasilitas bandara di Kota Semarang karena pendatang semakin banyak.

Permintaan terhadap tiket pesawat ke Semarang juga semakin meningkat. Akhirnya, pada tahun 1995, bandara ini resmi melayani penerbangan komersial dan diserahkan pengelolaannya kepada PT Angkasa Pura I. Namanya pun diubah menjadi Bandar Udara Ahmad Yani Semarang.

Pada tahun 2004, Bandara Ahmad Yani Semarang resmi dikukuhkan menjadi bandara internasional. Pengukuhan ini ditandai dengan penerbangan pesawat Garuda Indonesia dari Semarang ke Singapura pada bulan Maret.

Kini, jika kamu membeli tiket pesawat ke Semarang, Bandara Ahmad Yani baru sudah sangat siap untuk menjadi tempat pendaratan untuk pesawat kamu.

Bandara Internasional Ahmad Yani berlokasi di Jalan Puad Ahmad Yani, Tambakharjo, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Jika kamu membeli tiket pesawat ke Semarang, kamu dapat menyimpan alamat ini sebagai bekal untuk perjalanan kamu nantinya.

Terminal penumpang untuk Bandara Ahmad Yani Semarang pada tahun 2017 dapat menampung sekitar 2.000 penumpang setiap harinya. Saat ini terminal Bandara Ahmad Yani yang baru sedang mengalami perluasan untuk mencapai target besar pada 2018, yaitu untuk dapat menampung 10.000 penumpang setiap harinya.

Check in counter yang ada di terminal penumpang ada 12. Pada tahun 2018, check in counter akan mendapat tambahan hingga mencapai 40. Terminal penumpang di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang juga sudah dilengkapi dengan garbarata dan fasilitas pendukung lainnya.

Karena terletak dekat dengan pusat kota, sangat mudah untuk mencapai Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan. Di depan bandara, banyak taksi yang mengantri untuk mengantarkan kamu ke tempat wisata tujuan di Kota Semarang. Jika ingin menggunakan kendaraan umum, kamu bisa menggunakan Bus Trans Semarang yang telah bekerjasama dengan Bandara Internasional Ahmad Yani.

Nah, sekarang kamu tak perlu ragu lagi untuk segera memesan tiket pesawat ke Semarang. Berbagai tempat wisata menarik di Semarang sedang menunggu kedatangan kamu.

Foto Bandara

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto Bandara

Semarang (SRG)

Jakarta - Halim (HLP)

Sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah, Semarang adalah kota metropolitan terbesar nomor 5 di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung.

Semarang adalah sebuah kota pelabuhan di pesisir laut Jawa dengan berbagai potensi wisata, industri, perdagangan dan agraria. Kota Semarang terbagi menjadi kota atas dan kota bawah. Kota atas merupakan daerah dataran tinggi di bagian Selatan yang kini menjadi pusat kesibukan penduduk. Kota bawah merupakan daerah yang dekat dengan garis Pantai Utara (Pantura).

Sebagai sebuah kota dengan tingkat perkembangan yang sangat pesat, keunikan dan keindahan Semarang selalu dapat mengundang wisatawan untuk singgah ke kota ini. Ada banyak tempat wisata di Semarang yang layak untuk dijadikan pilihan kunjungan saat berlibur atau saat berakhir pekan bersama sahabat dan keluarga.

Semarang memiliki banyak pantai, air terjun, juga tempat wisata budaya yang akan membuat siapapun betah berkunjung ke kota ini. Beberapa tempat wisata di Semarang yang telah populer di masyarakat, di antaranya adalah Lawang Sewu, Curug Benowo, Air Terjun Tujuh Bidadari, Rumah Pohon Kali Kulon, Pantai Maron, dan masih banyak lagi.

Segeralah berangkat ke Semarang untuk melihat semua tempat menarik ini. Pesan tiket pesawat ke Semarang kini begitu mudah dilakukan via online. Namun, sebelum berangkat, kenali dahulu bandara di Semarang yang akan digunakan untuk mendarat pesawat kamu nanti.

Tahukah kamu apa nama bandara di Semarang ini?

Bandara Ahmad Yani Baru

Bandar Udara Internasional Ahmad Yani merupakan sebuah bandar udara berskala internasional di Kota Semarang, Jawa Tengah. Bandara ini dulunya adalah sebuah pangkalan udara untuk TNI Angkatan Darat. Namun, sejak tahun 1995, Bandar Udara Ahmad Yani resmi membuka pelayanan untuk penerbangan pesawat komersial. Pada tahun 2004, bandara ini resmi dikukuhkan sebagai bandara internasional.

Telah banyak maskapai penerbangan yang memberikan pelayanan melalui bandara Ahmad Yani Semarang. Beberapa maskapai ternama yang telah melayani penerbangan di bandara ini, antara lain Garuda Indonesia, AirAsia, Batik Air, Citilink, Lion Air, Wings Air, dan masih banyak lagi.

Penerbangan ke rute-rute domestik di antaranya mencakup rute Semarang-Jakarta PP, Semarang-Surabaya PP, Semarang-Denpasar PP, Semarang-Bandung PP, Semarang-Mataram PP, Semarang-Pangkalan Bun PP, dan masih banyak lagi rute yang dapat dicapai melalui penerbangan dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Untuk penerbangan internasional, Bandara Internasional Ahmad Yani telah melayani penerbangan untuk Semarang-Singapura PP oleh maskapai Indonesia AirAsia, dan rute Semarang-Kuala Lumpur PP dengan maskapai AirAsia.

Uniknya, bandara ini juga menjadi salah satu gerbang masuk untuk menuju salah satu tempat wisata terfavorit di sekitar Pulau Jawa, yaitu Karimunjawa. Penerbangan dari Semarang ke Karimunjawa dapat dilakukan dengan maskapai Airfast Indonesia dengan pesawat perintisnya.

Karena banyaknya jadwal maskapai yang melayani penerbangan ke Semarang, kamu dapat menyesuaikan tiket pesawat ke Semarang yang kamu pesan sesuai kebutuhan.

Bandara Ahmad Yani Semarang

Sejarah Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang bermula dari keberadaan Pangkalan Udara Kalibanteng milik TNI Angkatan Darat. Karena kebutuhan penerbangan untuk TNI semakin meningkat, Pangkalan Udara Kalibanteng akhirnya diubah sebagai Pangkalan Udara Bersama pada tahun 1966.

Seiring dengan berjalannya waktu, penerbangan sipil nyatanya juga membutuhkan fasilitas bandara di Kota Semarang karena pendatang semakin banyak.

Permintaan terhadap tiket pesawat ke Semarang juga semakin meningkat. Akhirnya, pada tahun 1995, bandara ini resmi melayani penerbangan komersial dan diserahkan pengelolaannya kepada PT Angkasa Pura I. Namanya pun diubah menjadi Bandar Udara Ahmad Yani Semarang.

Pada tahun 2004, Bandara Ahmad Yani Semarang resmi dikukuhkan menjadi bandara internasional. Pengukuhan ini ditandai dengan penerbangan pesawat Garuda Indonesia dari Semarang ke Singapura pada bulan Maret.

Kini, jika kamu membeli tiket pesawat ke Semarang, Bandara Ahmad Yani baru sudah sangat siap untuk menjadi tempat pendaratan untuk pesawat kamu.

Bandara Internasional Ahmad Yani berlokasi di Jalan Puad Ahmad Yani, Tambakharjo, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Jika kamu membeli tiket pesawat ke Semarang, kamu dapat menyimpan alamat ini sebagai bekal untuk perjalanan kamu nantinya.

Terminal penumpang untuk Bandara Ahmad Yani Semarang pada tahun 2017 dapat menampung sekitar 2.000 penumpang setiap harinya. Saat ini terminal Bandara Ahmad Yani yang baru sedang mengalami perluasan untuk mencapai target besar pada 2018, yaitu untuk dapat menampung 10.000 penumpang setiap harinya.

Check in counter yang ada di terminal penumpang ada 12. Pada tahun 2018, check in counter akan mendapat tambahan hingga mencapai 40. Terminal penumpang di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang juga sudah dilengkapi dengan garbarata dan fasilitas pendukung lainnya.

Karena terletak dekat dengan pusat kota, sangat mudah untuk mencapai Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dengan kendaraan pribadi atau mobil sewaan. Di depan bandara, banyak taksi yang mengantri untuk mengantarkan kamu ke tempat wisata tujuan di Kota Semarang. Jika ingin menggunakan kendaraan umum, kamu bisa menggunakan Bus Trans Semarang yang telah bekerjasama dengan Bandara Internasional Ahmad Yani.

Nah, sekarang kamu tak perlu ragu lagi untuk segera memesan tiket pesawat ke Semarang. Berbagai tempat wisata menarik di Semarang sedang menunggu kedatangan kamu.

Foto Bandara

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto Bandara

Cara booking pesawat menggunakan tiket.com