Cari Tiket Pesawat Jakarta - Halim Surabaya (HLP - SUB) Murah

Pulang Pergi?

Kenapa beli di tiket.com?

Banyak Pilihan Maskapai

Website dengan maskapai penerbangan terbanyak di Indonesia dan dunia.

Aman Dan Mudah

Metode pembayaran terlengkap dengan sistem online yang aman, lengkap, dan mudah.

Konfirmasi Langsung

Konfirmasi pembelian real-time. Tiket langsung dikirimkan melalui e-mail dan SMS.

tiket.com menyediakan jasa reservasi dan ticketing online tiket pesawat murah secara instan, di mana pelanggan dapat mencari dan memilih maskapai yang berbeda dalam sekali pembelian pulang pergi. tiket.com juga menyediakan tiket murah dari Jakarta - Halim (HLP) ke Surabaya (SUB) mulai dari ~ di bulan September 2019. Harga yang terdapat di tiket.com lebih murah dibandingkan harga tiket resmi di airlines karena biaya metode pembayaran pada tiket.com sangat murah. Sekarang pembayaran bisa dilakukan dengan banyak cara seperti Kartu Kredit, KlikBCA, Klikpay, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks, XL Tunai dan ePay BRI. Setelah pembayaran selesai dilaksanakan, voucher akan otomatis terkirim ke email anda dalam kurun waktu beberapa menit.

Harga Tiket Pesawat Jakarta - Halim Surabaya (HLP - SUB) Promo

Jakarta - Halim (HLP)

Surabaya (SUB)

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto Bandara

Surabaya merupakan ibukota dari Provinsi Jawa Timur. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya telah menjadi sebuah kota metropolitan yang ramai oleh pendatang.

Kota Surabaya adalah kota pelabuhan yang memiliki dua dermaga besar, yaitu Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung. Para wisatawan, pelajar, maupun pebisnis yang mengunjungi Kota Surabaya, dapat memanfaatkan berbagai jalur akses kendaraan untuk mencapai kota ini, yakni melalui udara, darat, maupun laut.

Banyak tempat wisata di Surabaya yang dapat digunakan sebagai pilihan kunjungan penuh kesan saat liburan. Tempat wisata di Surabaya sangat lengkap, baik untuk wisata budaya, alam, maupun wisata belanja.

Jika berkunjung ke Surabaya, salah satu tempat wisata yang harus kamu kunjungi adalah Jembatan Suramadu. Jembatan yang menghubungkan antara Kota Surabaya dengan Madura ini, telah menjadi salah satu ikon Kota Surabaya yang menjadi favorit turis.

Kamu juga bisa mengunjungi House of Sampoerna, Taman Bungkul, Tugu Pahlawan, dan masih banyak lagi. Kunjungan kamu ke Kota Pahlawan Surabaya akan menimbulkan sebuah kesan mendalam yang membuat kamu ingin kembali lagi setelah pulang.

Jika kamu penasaran, segeralah membeli tiket pesawat ke Surabaya. Tiket pesawat ke Surabaya sangat mudah untuk didapatkan via online.

Namun, sebelum berangkat, kami akan mengajakmu berkenalan terlebih dahulu dengan Bandara Juanda Surabaya.

Bandara Juanda Surabaya

Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Surabaya memiliki sebuah bandara berkelas internasional bernama Bandar Udara Internasional Juanda. Bandara yang terletak di Kecamatan Sedati, Sidoarjo ini, berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Pahlawan.

Sebagai bandara berkelas internasional, sudah banyak rute penerbangan yang dilayani dari Bandara Internasional Juanda. Contoh dari rute penerbangan ke luar negeri yang dilayani oleh bandara ini, contohnya adalah penerbangan dengan maskapai Cathay Pacific ke Hongkong - Surabaya PP, penerbangan dengan maskapai AirAsia ke Kuala Lumpur - Surabaya PP, penerbangan Cebu Pacific ke Manila - Surabaya PP, penerbangan Singapore Airline menuju Singapore, maupun penerbangan pesawat charter dengan tujuan Jeddah.

Bandara Internasional Juanda Surabaya telah didarati oleh puluhan maskapai penumpang dan 3 maskapai kargo. Maskapai penumpang yang beroperasi di bandara ini, contohnya adalah Garuda Indonesia, AirAsia, Lion Air, Sriwijaya Air, dan masih banyak nama maskapai terkenal lainnya.

Sebagai bandara berkelas internasional, banyaknya maskapai yang menyediakan tiket pesawat ke Surabaya ini tentu akan memudahkan kamu untuk memilih jadwal penerbangan.

Saat memesan tiket pesawat ke Surabaya, kamu dapat menyesuaikan jadwal, maskapai, serta budget perjalanan kamu karena banyaknya pilihan penerbangan. Setiap minggunya, Bandara Internasional Juanda Surabaya dapat melayani lebih dari 750 penerbangan.

Sejarah Bandara Internasional Juanda Surabaya bermula saat Republik Indonesia baru saja merdeka. Setelah proklamasi kemerdekaan, perjuangan bangsa Indonesia masih berlanjut dengan adanya peristiwa pembebasan Irian Barat.

Saat itu, pemerintah melaksanakan Proyek Waru yang bertujuan untuk mengembangkan bandara untuk pesawat-pesawat TNI yang beroperasi membebaskan Irian Barat. Pembangunan bandara besar pertama pasca kemerdekaan Indonesia ini menghabiskan pasir sebanyak 1.800.000 ton dan melibatkan pembebasan lahan seluar 240 hektar. Proyek pembangunan Bandara Juanda Surabaya disebut sebagai salah satu megaproyek dan prestasi membanggakan dari pemerintah Indonesia.

Pada tahun 1963, Bandara Internasional Juanda sudah siap untuk digunakan beroperasi. Selama belasan tahun setelah peresmiannya, bandara ini menjadi salah satu basis penerbangan untuk pesawat Garuda Indonesia Airways (GIA). Pada tahun 1985, bandara ini dialihkan untuk dikelola oleh PT Angkasa Pura I.

Pada tahun 1990, Bandara Juanda Surabaya diresmikan menjadi sebuah bandara internasional.

Bandara Juanda Surabaya berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda, Betro, Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi bandara ini berada sekitar 20 kilometer di Selatan pusat Kota Surabaya.

Bandara Juanda Terminal 2

Jika kamu membeli tiket pesawat ke Surabaya, perhatikan dengan teliti di terminal manakah kamu akan berangkat atau mendarat. Bandara Juanda Surabaya memiliki 4 terminal penumpang yang besar. Terminal terbaru yaitu Terminal 4, merupakan sebuah terminal dengan konsep Airport City yang memiliki fasilitas kereta monorel, jalan tol dan akses bawah tanah yang canggih.

Fasilitas lain seperti internet, check in counter, X-ray, baggage claim, dan lain-lain sudah sangat lengkap tersedia di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Sudah banyak transportasi darat yang bisa membawa kamu menuju Bandara Internasional Juanda. Kamu dapat memanfaatkan Bus Damri dari bandara ke terminal maupun sebaliknya. Kamu juga dapat memanfaatkan taksi, salah satunya adalah dengan Taksi Primkopal atau sewa mobil.

Jika lebih suka menaiki kereta, kamu dapat memanfaatkan fasilitas monorel yang terhubung dengan Terminal 3 dan Terminal 4 Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Selain kotanya megah, Bandara Juanda Surabaya pun juga tak kalah megah.

Tunggu apalagi? Jika ingin mencicipi pengalaman langsung mendarat di Bandara Juanda Surabaya, segera pesan tiket pesawat ke Surabaya sekarang juga.

Foto Bandara

Jakarta - Halim (HLP)

Surabaya (SUB)

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto Bandara

Surabaya merupakan ibukota dari Provinsi Jawa Timur. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya telah menjadi sebuah kota metropolitan yang ramai oleh pendatang.

Kota Surabaya adalah kota pelabuhan yang memiliki dua dermaga besar, yaitu Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung. Para wisatawan, pelajar, maupun pebisnis yang mengunjungi Kota Surabaya, dapat memanfaatkan berbagai jalur akses kendaraan untuk mencapai kota ini, yakni melalui udara, darat, maupun laut.

Banyak tempat wisata di Surabaya yang dapat digunakan sebagai pilihan kunjungan penuh kesan saat liburan. Tempat wisata di Surabaya sangat lengkap, baik untuk wisata budaya, alam, maupun wisata belanja.

Jika berkunjung ke Surabaya, salah satu tempat wisata yang harus kamu kunjungi adalah Jembatan Suramadu. Jembatan yang menghubungkan antara Kota Surabaya dengan Madura ini, telah menjadi salah satu ikon Kota Surabaya yang menjadi favorit turis.

Kamu juga bisa mengunjungi House of Sampoerna, Taman Bungkul, Tugu Pahlawan, dan masih banyak lagi. Kunjungan kamu ke Kota Pahlawan Surabaya akan menimbulkan sebuah kesan mendalam yang membuat kamu ingin kembali lagi setelah pulang.

Jika kamu penasaran, segeralah membeli tiket pesawat ke Surabaya. Tiket pesawat ke Surabaya sangat mudah untuk didapatkan via online.

Namun, sebelum berangkat, kami akan mengajakmu berkenalan terlebih dahulu dengan Bandara Juanda Surabaya.

Bandara Juanda Surabaya

Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Surabaya memiliki sebuah bandara berkelas internasional bernama Bandar Udara Internasional Juanda. Bandara yang terletak di Kecamatan Sedati, Sidoarjo ini, berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Pahlawan.

Sebagai bandara berkelas internasional, sudah banyak rute penerbangan yang dilayani dari Bandara Internasional Juanda. Contoh dari rute penerbangan ke luar negeri yang dilayani oleh bandara ini, contohnya adalah penerbangan dengan maskapai Cathay Pacific ke Hongkong - Surabaya PP, penerbangan dengan maskapai AirAsia ke Kuala Lumpur - Surabaya PP, penerbangan Cebu Pacific ke Manila - Surabaya PP, penerbangan Singapore Airline menuju Singapore, maupun penerbangan pesawat charter dengan tujuan Jeddah.

Bandara Internasional Juanda Surabaya telah didarati oleh puluhan maskapai penumpang dan 3 maskapai kargo. Maskapai penumpang yang beroperasi di bandara ini, contohnya adalah Garuda Indonesia, AirAsia, Lion Air, Sriwijaya Air, dan masih banyak nama maskapai terkenal lainnya.

Sebagai bandara berkelas internasional, banyaknya maskapai yang menyediakan tiket pesawat ke Surabaya ini tentu akan memudahkan kamu untuk memilih jadwal penerbangan.

Saat memesan tiket pesawat ke Surabaya, kamu dapat menyesuaikan jadwal, maskapai, serta budget perjalanan kamu karena banyaknya pilihan penerbangan. Setiap minggunya, Bandara Internasional Juanda Surabaya dapat melayani lebih dari 750 penerbangan.

Sejarah Bandara Internasional Juanda Surabaya bermula saat Republik Indonesia baru saja merdeka. Setelah proklamasi kemerdekaan, perjuangan bangsa Indonesia masih berlanjut dengan adanya peristiwa pembebasan Irian Barat.

Saat itu, pemerintah melaksanakan Proyek Waru yang bertujuan untuk mengembangkan bandara untuk pesawat-pesawat TNI yang beroperasi membebaskan Irian Barat. Pembangunan bandara besar pertama pasca kemerdekaan Indonesia ini menghabiskan pasir sebanyak 1.800.000 ton dan melibatkan pembebasan lahan seluar 240 hektar. Proyek pembangunan Bandara Juanda Surabaya disebut sebagai salah satu megaproyek dan prestasi membanggakan dari pemerintah Indonesia.

Pada tahun 1963, Bandara Internasional Juanda sudah siap untuk digunakan beroperasi. Selama belasan tahun setelah peresmiannya, bandara ini menjadi salah satu basis penerbangan untuk pesawat Garuda Indonesia Airways (GIA). Pada tahun 1985, bandara ini dialihkan untuk dikelola oleh PT Angkasa Pura I.

Pada tahun 1990, Bandara Juanda Surabaya diresmikan menjadi sebuah bandara internasional.

Bandara Juanda Surabaya berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda, Betro, Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi bandara ini berada sekitar 20 kilometer di Selatan pusat Kota Surabaya.

Bandara Juanda Terminal 2

Jika kamu membeli tiket pesawat ke Surabaya, perhatikan dengan teliti di terminal manakah kamu akan berangkat atau mendarat. Bandara Juanda Surabaya memiliki 4 terminal penumpang yang besar. Terminal terbaru yaitu Terminal 4, merupakan sebuah terminal dengan konsep Airport City yang memiliki fasilitas kereta monorel, jalan tol dan akses bawah tanah yang canggih.

Fasilitas lain seperti internet, check in counter, X-ray, baggage claim, dan lain-lain sudah sangat lengkap tersedia di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Sudah banyak transportasi darat yang bisa membawa kamu menuju Bandara Internasional Juanda. Kamu dapat memanfaatkan Bus Damri dari bandara ke terminal maupun sebaliknya. Kamu juga dapat memanfaatkan taksi, salah satunya adalah dengan Taksi Primkopal atau sewa mobil.

Jika lebih suka menaiki kereta, kamu dapat memanfaatkan fasilitas monorel yang terhubung dengan Terminal 3 dan Terminal 4 Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Selain kotanya megah, Bandara Juanda Surabaya pun juga tak kalah megah.

Tunggu apalagi? Jika ingin mencicipi pengalaman langsung mendarat di Bandara Juanda Surabaya, segera pesan tiket pesawat ke Surabaya sekarang juga.

Foto Bandara

Cara booking pesawat menggunakan tiket.com