Cari Tiket Pesawat Jakarta - Halim Medan (HLP - KNO) Murah

Pulang Pergi?

Kenapa beli di tiket.com?

Banyak Pilihan Maskapai

Website dengan maskapai penerbangan terbanyak di Indonesia dan dunia.

Aman Dan Mudah

Metode pembayaran terlengkap dengan sistem online yang aman, lengkap, dan mudah.

Konfirmasi Langsung

Konfirmasi pembelian real-time. Tiket langsung dikirimkan melalui e-mail dan SMS.

tiket.com menyediakan jasa reservasi dan ticketing online tiket pesawat murah secara instan, di mana pelanggan dapat mencari dan memilih maskapai yang berbeda dalam sekali pembelian pulang pergi. tiket.com juga menyediakan tiket murah dari Jakarta - Halim (HLP) ke Medan (KNO) mulai dari ~ di bulan October 2019. Harga yang terdapat di tiket.com lebih murah dibandingkan harga tiket resmi di airlines karena biaya metode pembayaran pada tiket.com sangat murah. Sekarang pembayaran bisa dilakukan dengan banyak cara seperti Kartu Kredit, KlikBCA, Klikpay, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks, XL Tunai dan ePay BRI. Setelah pembayaran selesai dilaksanakan, voucher akan otomatis terkirim ke email anda dalam kurun waktu beberapa menit.

Harga Tiket Pesawat Jakarta - Halim Medan (HLP - KNO) Promo

Jakarta - Halim (HLP)

Medan (KNO)

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto Bandara

Kota Medan yang merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Utara, takkan pernah sepi disinggahi turis. Kota yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka di bagian utara ini masih menjadi kota terbesar ketiga di Indonesia, setelah Jakarta dan Surabaya.

Kota Medan yang juga berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang rupanya tidak hanya menawarkan hiruk pikuk kota besar semata. Banyak tempat wisata alam dan tempat wisata urban yang dapat ditemukan di kota yang juga dijuluki sebagai Kota Melayu Deli.

Medan dan destinasi wisatanya memang memukau. Tak heran apabila turis terpikat untuk berkunjung ke Kota Medan.

Beberapa tempat wisata di Medan yang dapat dikunjungi adalah Istana Maimun, Rumah Tjong A Fie, Rahmat International Wildlife Museum, dan penangkaran buaya Asam Kumbang.

Jika memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Sumatera Utara, kamu takkan luput untuk menjadikan Kota Medan sebagai awal penjelajahan kamu.

Tiket pesawat ke Medan kini dapat dengan mudah dipesan online. Maka dari itu, sebelum kamu penasaran dan memesan tiket pesawat ke Medan, sebaiknya kamu berkenalan dahulu dengan Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Bandar Udara Internasional Kualanamu

Bandar Udara Internasional Kualanamu merupakan bandar udara pertama di Indonesia yang mengintegrasikan layanan penerbangan dengan stasiun kereta api.

Di kompleks Bandara Internasional Kualanamu, terdapat Stasiun Bandara Kualanamu yang dapat membawa kamu ke pusat kota Medan hanya dengan berpindah dari pesawat ke kereta, tanpa harus keluar dari area bandara.

Dari pusat Kota Medan, Bandara Kualanamu ini berjarak sekitar 26 kilometer. Panjang landasannya adalah 3.750 meter, dengan luas landasan yang sangat lapang, yaitu 60 meter.

Terdapat belasan maskapai penerbangan yang telah beroperasi di Bandara Kualanamu. Jika memesan tiket pesawat ke Medan, kamu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan waktu keberangkatan.

Sejak tahun 1992, sebenarnya telah direncanakan bahwa Bandara Polonia Medan harus diganti dengan bandara baru. Bandara Polonia merupakan bandara pendahulu dari Bandara Internasional Kualanamu yang terletak dekat dengan pemukiman padat penduduk.

Pembangunan Bandara Kualanamu mulai dilakukan pada 1997. Namun, saat itu belum jelas kapan dilakukan pemindahan aktivitas penerbangan dari Polonia ke Kualanamu. Penundaan proyek pembangunan bandara ini semakin diperparah dengan adanya krisis moneter yang melanda Indonesia.

Sampai pada tahun 2005, tuntutan untuk memindahkan fungsi Bandara Polonia ke Kualanamu semakin gencar, setelah terjadi tragedi kecelakaan pesawat Mandala Airlines yang baru saja lepas landas dari Bandara Polonia.

Pesawat ini menabrak tiang listrik dan menimpa rumah warga yang terletak dekat dengan bandara. Salah satu korban yang tewas dalam kecelakaan ini adalah Gubernur Sumatera Utara, Tengku Rizal Nurdin.

Kecelakaan di Bandara Polonia ini membawa dampak besar pada dunia penerbangan di Kota Medan. Lantaran Bandara Polonia dinilai tak lagi layak diterbangi pesawat karena kedekatan lokasinya dengan pemukiman warga, pengembangan dan peresmian Bandara Kualanamu Medan semakin dipercepat.

Pada tanggal 27 Maret 2014, Bandara Kualanamu resmi menggantikan Bandara Polonia sebagai bandara utama di Kota Medan. Seluruh aktivitas penerbangan di Bandara Polonia dihentikan dan dipindahkan ke Kualanamu. Kini, Bandara Internasional Kualanamu menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta. Aktivitas penerbangan di Kota Medan semakin lancar dengan keberadaan bandara ini.

Bandara Kualanamu Medan

Bandara Internasional Kualanamu pasti akan tercantum dalam tiket pesawat ke Medan yang kamu pesan. Karena itulah, pastikan bahwa kamu sudah mengetahui di mana lokasi bandara ini. Bandara Internasional Kualanamu terletak di Jalan Bandara Kualanamu, Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bandara Internasional Kualanamu merupakan bandara dengan bangunan baru yang megah. Terminalnya dibedakan menjadi terminal domestik dan terminal internasional. Antara ruang tunggu penumpang dengan landasan pesawat dibatasi oleh kaca tebal yang tembus pandang.

Terminal ini dilengkapi dengan 8 garbarata yang menghubungkan antara ruang tunggu penumpang dengan pesawat. Seperti halnya ruang tunggu penumpang yang penuh dengan kaca, garbarata di Bandara Kualanamu pun dibangun dengan desain yang tembus pandang.

Medan merupakan kota metropolitan yang ramai dengan kendaraan. Sebagai bandara pertama di Indonesia yang mengintegrasikan stasiun kereta untuk melayani penumpang pesawat yang bertolak ke bandara, akses menuju Kualanamu dapat dilakukan dengan kereta. Jika tak ingin naik kereta, kamu bisa menggunakan bus, taksi, dan mobil sewaan.

Bandara Internasional Kualanamu Medan merupakan salah satu bandara termegah di Indonesia. Jika kamu penasaran untuk menyaksikan sendiri kemegahannya, maka pesanlah tiket pesawat ke Medan sekarang juga.

Foto Bandara

Jakarta - Halim (HLP)

Medan (KNO)

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto Bandara

Kota Medan yang merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Utara, takkan pernah sepi disinggahi turis. Kota yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka di bagian utara ini masih menjadi kota terbesar ketiga di Indonesia, setelah Jakarta dan Surabaya.

Kota Medan yang juga berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang rupanya tidak hanya menawarkan hiruk pikuk kota besar semata. Banyak tempat wisata alam dan tempat wisata urban yang dapat ditemukan di kota yang juga dijuluki sebagai Kota Melayu Deli.

Medan dan destinasi wisatanya memang memukau. Tak heran apabila turis terpikat untuk berkunjung ke Kota Medan.

Beberapa tempat wisata di Medan yang dapat dikunjungi adalah Istana Maimun, Rumah Tjong A Fie, Rahmat International Wildlife Museum, dan penangkaran buaya Asam Kumbang.

Jika memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Sumatera Utara, kamu takkan luput untuk menjadikan Kota Medan sebagai awal penjelajahan kamu.

Tiket pesawat ke Medan kini dapat dengan mudah dipesan online. Maka dari itu, sebelum kamu penasaran dan memesan tiket pesawat ke Medan, sebaiknya kamu berkenalan dahulu dengan Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Bandar Udara Internasional Kualanamu

Bandar Udara Internasional Kualanamu merupakan bandar udara pertama di Indonesia yang mengintegrasikan layanan penerbangan dengan stasiun kereta api.

Di kompleks Bandara Internasional Kualanamu, terdapat Stasiun Bandara Kualanamu yang dapat membawa kamu ke pusat kota Medan hanya dengan berpindah dari pesawat ke kereta, tanpa harus keluar dari area bandara.

Dari pusat Kota Medan, Bandara Kualanamu ini berjarak sekitar 26 kilometer. Panjang landasannya adalah 3.750 meter, dengan luas landasan yang sangat lapang, yaitu 60 meter.

Terdapat belasan maskapai penerbangan yang telah beroperasi di Bandara Kualanamu. Jika memesan tiket pesawat ke Medan, kamu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan waktu keberangkatan.

Sejak tahun 1992, sebenarnya telah direncanakan bahwa Bandara Polonia Medan harus diganti dengan bandara baru. Bandara Polonia merupakan bandara pendahulu dari Bandara Internasional Kualanamu yang terletak dekat dengan pemukiman padat penduduk.

Pembangunan Bandara Kualanamu mulai dilakukan pada 1997. Namun, saat itu belum jelas kapan dilakukan pemindahan aktivitas penerbangan dari Polonia ke Kualanamu. Penundaan proyek pembangunan bandara ini semakin diperparah dengan adanya krisis moneter yang melanda Indonesia.

Sampai pada tahun 2005, tuntutan untuk memindahkan fungsi Bandara Polonia ke Kualanamu semakin gencar, setelah terjadi tragedi kecelakaan pesawat Mandala Airlines yang baru saja lepas landas dari Bandara Polonia.

Pesawat ini menabrak tiang listrik dan menimpa rumah warga yang terletak dekat dengan bandara. Salah satu korban yang tewas dalam kecelakaan ini adalah Gubernur Sumatera Utara, Tengku Rizal Nurdin.

Kecelakaan di Bandara Polonia ini membawa dampak besar pada dunia penerbangan di Kota Medan. Lantaran Bandara Polonia dinilai tak lagi layak diterbangi pesawat karena kedekatan lokasinya dengan pemukiman warga, pengembangan dan peresmian Bandara Kualanamu Medan semakin dipercepat.

Pada tanggal 27 Maret 2014, Bandara Kualanamu resmi menggantikan Bandara Polonia sebagai bandara utama di Kota Medan. Seluruh aktivitas penerbangan di Bandara Polonia dihentikan dan dipindahkan ke Kualanamu. Kini, Bandara Internasional Kualanamu menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta. Aktivitas penerbangan di Kota Medan semakin lancar dengan keberadaan bandara ini.

Bandara Kualanamu Medan

Bandara Internasional Kualanamu pasti akan tercantum dalam tiket pesawat ke Medan yang kamu pesan. Karena itulah, pastikan bahwa kamu sudah mengetahui di mana lokasi bandara ini. Bandara Internasional Kualanamu terletak di Jalan Bandara Kualanamu, Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bandara Internasional Kualanamu merupakan bandara dengan bangunan baru yang megah. Terminalnya dibedakan menjadi terminal domestik dan terminal internasional. Antara ruang tunggu penumpang dengan landasan pesawat dibatasi oleh kaca tebal yang tembus pandang.

Terminal ini dilengkapi dengan 8 garbarata yang menghubungkan antara ruang tunggu penumpang dengan pesawat. Seperti halnya ruang tunggu penumpang yang penuh dengan kaca, garbarata di Bandara Kualanamu pun dibangun dengan desain yang tembus pandang.

Medan merupakan kota metropolitan yang ramai dengan kendaraan. Sebagai bandara pertama di Indonesia yang mengintegrasikan stasiun kereta untuk melayani penumpang pesawat yang bertolak ke bandara, akses menuju Kualanamu dapat dilakukan dengan kereta. Jika tak ingin naik kereta, kamu bisa menggunakan bus, taksi, dan mobil sewaan.

Bandara Internasional Kualanamu Medan merupakan salah satu bandara termegah di Indonesia. Jika kamu penasaran untuk menyaksikan sendiri kemegahannya, maka pesanlah tiket pesawat ke Medan sekarang juga.

Foto Bandara

Cara booking pesawat menggunakan tiket.com