Cari Tiket Pesawat Jakarta - Halim Houari Boumedienne (HLP - ALG) Murah

Pulang Pergi?

Kenapa beli di tiket.com?

Banyak Pilihan Maskapai

Website dengan maskapai penerbangan terbanyak di Indonesia dan dunia.

Aman Dan Mudah

Metode pembayaran terlengkap dengan sistem online yang aman, lengkap, dan mudah.

Konfirmasi Langsung

Konfirmasi pembelian real-time. Tiket langsung dikirimkan melalui e-mail dan SMS.

tiket.com menyediakan jasa reservasi dan ticketing online tiket pesawat murah secara instan, di mana pelanggan dapat mencari dan memilih maskapai yang berbeda dalam sekali pembelian pulang pergi. tiket.com juga menyediakan tiket murah dari Jakarta - Halim (HLP) ke Houari Boumedienne (ALG) mulai dari ~ di bulan May 2018. Harga yang terdapat di tiket.com lebih murah dibandingkan harga tiket resmi di airlines karena biaya metode pembayaran pada tiket.com sangat murah. Sekarang pembayaran bisa dilakukan dengan banyak cara seperti Kartu Kredit, KlikBCA, Klikpay, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks, XL Tunai dan ePay BRI. Setelah pembayaran selesai dilaksanakan, voucher akan otomatis terkirim ke email anda dalam kurun waktu beberapa menit.

Harga Tiket Pesawat Jakarta - Halim Houari Boumedienne (HLP - ALG) Promo

Jakarta - Halim (HLP)

Houari Boumedienne (ALG)

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto Bandara

Bandar Udara Houari Boumediene, Guja dikenal sebagai Bandara Aljir, Adalah SEBUAH bandar Udara Internasional Yang Melayani kota Aljir, Ibukota Dari Aljazair. lokasinya Sekitar 9,1 nm (16,9 km; 10,5 mi) timur Tenggara Dari kota [1].

Bandara Penyanyi nama di diberi Houari Boumediene, Seorang Mantan Presiden Dari Aljazair. Di Bawah Pemerintahan Prancis, Dar El Beida, wilâyah di mana Bandara Penyanyi berada, dikenal sebagai Maison Blanche (istana putih) Dan, di sebagian gede literatur Mengenai Perang Kemerdekaan Aljazair menuliskan Bandara Penyanyi DENGAN nama di Bandar Udara Maison Blanche.

Bandara ini didirikan pada tahun 1924 dengan nama Bandar Udara Maison Blanche. Selama Perang Dunia II, Bandar Udara Maison Blanche menjadi target utama Sekutu dalam Operasi Torch yang dilakukan Satuan Tugas Timur pada 8 November 1942 yang terdiri dari gabungan unit Angkatan Darat AS, Komando Britania, dan elemen dari divisi infanteri Britania. Pasukan ini berhadapan dengan pasukan Vichy French yang mempertahankan bandara pada hari yang sama, sesuai perintah dari Admiral Darlan di Aljir yang memerintahkan penghentian pertempuran di Afrika Utara.

Terminal Internasional (Terminal 1) saat ini memiliki kapasitas sebesar 6 juta penumpang setiap tahun. Bandara ini diresmikan pada 5 Juli 2006 oleh Presiden Abdelaziz Bouteflika. Lalu lintas internasional saat ini adalah 2,5 juta penumpang setiap tahun. Di terminal ini terdapat 5000 ruang parkir mobil, sebuah tempat taksi, wilayah keberangkatan seluas 27.000 m⊃2;, dengan 16 gerbang.

Terminal domestik (Terminal 2) direnovasi pada tahun 2007, memiliki kapasitas 2,5 juta penumpang setiap tahun. Termianl ini menawarkan kenyamanan dan keamanan yang sama dengan terminal 1. Lalu litas domestik saat ini adalah 1,5 juta penumpang setiap tahun. Terminal 2 dilengkapi dengan 20 meja regitrasi, sebuah kafetaria, ruang teh, dan mushola. Terdapat 900 ruang parkir, sebuah tampat taksi, area keberangkatan seluas 5.000 m⊃2;, dengan 7 gerbang, wilayah pengantaran bagasi, dan ruang tunggu khusus bagi penumpang premium.

Terminal 3 pernah digunakan untuk terminal domestik. Setelah tahun 2007, terminal ini menampung penerbangan ziarah, haji, dan umrah, beserta dengan penerbangan charter.

Maskapai berikut melayani Bandar Udara Houari Boumediene pada September 2011

Foto Bandara

Cara booking pesawat menggunakan tiket.com