Cari Tiket Pesawat Bangka - Pangkal Pinang Bandung (PGK - BDO) Murah

Pulang Pergi?

Kenapa beli di tiket.com?

Banyak Pilihan Maskapai

Website dengan maskapai penerbangan terbanyak di Indonesia dan dunia.

Aman Dan Mudah

Metode pembayaran terlengkap dengan sistem online yang aman, lengkap, dan mudah.

Konfirmasi Langsung

Konfirmasi pembelian real-time. Tiket langsung dikirimkan melalui e-mail dan SMS.

tiket.com menyediakan jasa reservasi dan ticketing online tiket pesawat murah secara instan, di mana pelanggan dapat mencari dan memilih maskapai yang berbeda dalam sekali pembelian pulang pergi. tiket.com juga menyediakan tiket murah dari Bangka - Pangkal Pinang (PGK) ke Bandung (BDO) mulai dari ~ di bulan August 2018. Harga yang terdapat di tiket.com lebih murah dibandingkan harga tiket resmi di airlines karena biaya metode pembayaran pada tiket.com sangat murah. Sekarang pembayaran bisa dilakukan dengan banyak cara seperti Kartu Kredit, KlikBCA, Klikpay, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks, XL Tunai dan ePay BRI. Setelah pembayaran selesai dilaksanakan, voucher akan otomatis terkirim ke email anda dalam kurun waktu beberapa menit.

Harga Tiket Pesawat Bangka - Pangkal Pinang Bandung (PGK - BDO) Promo

Bangka - Pangkal Pinang (PGK)

Bandung (BDO)

Bandar Udara Depati Amir adalah bandar udara yang terletak di Kota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bandara ini dikelola oleh PT. Angkasa Pura II sejak bulan Januari 2007. Pada awalnya bernama Pelabuhan Udara Pangkalpinang yang dibangun sejak penjajahan Jepang tahun 1942 sebagai pertahanan dari serangan tentara sekutu. Sesuai dengan surat Sekjen Dephub No. 378/TLK/DEPHUB/VIII/85 tanggal 22 Agustus 1985 nama Pelabuhan Udara diubah menjadi Bandar Udara. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. SK.1/AU.106/PHB-99 tanggal 25 Agustus 1999, Bandar Udara Pangkalpinang diubah menjadi Bandar Udara Depati Amir Bangka, yang merupakan UPT dari Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Sejak 1 Januari 2007, Bandara ini diserahkan pengelolaannya kepada sebuah BUMN yang membidangi pengelolaan beberapa bandara di wilayah barat Indonesia, yaitu PT. Angkasa Pura II (Persero).

Bandara ini telah sekian kali mengalami perubahan fisik, baik wilayah Terminal penumpang, fasilitas Landasan pacu, apron, maupun ruang udara. Terminal penumpang terus mengalami perluasan. Landasan pacu, pada awalnya berupa hamparan rumput, kemudian tanah keras atau biasa disebut runway strip. Seiring dengan bertambahnya kapasitas dan ukuran pesawat yang semakin besar, landasan pacu dikembangkan dengan konstruksi aspal.

Pada tahun 1978, landasan tersebut dipindah bergeser ke arah barat sejauh sekitar 75 meter, dengan panjang 1200m. Kemudian secara bertahap terus diperpanjang 1600 m, 1800m, 2000m dan selanjutnya tahun 2013 runway telah mencapai panjang 2250m x 45m. Dalam sejarah perpanjangan landasan pacu ini, pernah juga memotong sebuah jalan raya, hingga pada akhirnya jalan raya tersebut dialihkan ke arah jalur yang lebih sesuai. Hingga saat ini runway bandara ini telah mampu didarati pesawat type Boeing 737-800/900 & Airbus A320, walaupun dalam kapasitas yang terbatas.

Tempat parkir pesawat (apron) juga telah beberapa kali mengalami overlay (penebalan aspalt ). Hingga saat ini apron bandara ini telah mampu menampung 4 pesawat berbadan lebar sekaligus, seperti type Boeing 737-800/900 & Airbus A320.

Untuk ruang udara yang dikendalikan oleh unit Pelayanan Lalu Lintas Udara Bandara Depati Amir pada awalnya hanya melayani sebatas wilayah sekitar bandara hingga ketinggian 2500 kaki. Pada tahun 1992, batas wilayah berkembang, dengan batas horizontal hingga 30 Nm, dan batas vertikal 15.000 kaki. Pada tahun 2008 setelah dikelola oleh PT. Angkasa Pura II, batas horizontal diperlebar hingga jarak variatif 80 Nm, sedangkan batas vertikal hingga 24.500 kaki.

Sejak 1 Januari 2013 pengelolaan ruang udara pada Bandara Depati Amir beralih kepada Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau yang juga dikenal dengan AirNav Indonesia.

Adapun rute penerbangan terdiri dari rute jakarta - pangkalpinang pp yang dilayani oleh Sriwijaya AirGaruda IndonesiaLion Air dan Citilink, rute batam - pangkalpinang - tanjung pandan pp oleh Wings Air, rute tanjung pandan - pangkalpinang pp oleh Sriwijaya Air dan rute palembang - pangkalpinang pp oleh Sriwijaya Air.

Foto Bandara

Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat,Indonesia. Selain untuk melayani masyarakat, bandara ini juga merupakan salah satu pangkalan angkatan udara TNI. Jika dilihat di peta maka bandara umum akan terlihat di sebelah barat selatan dan militer di kanan barat selatan. Di sebelah utara landas pacunya dapat terlihat hanggar-hanggar milikPT. Dirgantara Indonesia.

Husein Sastranegara International Airport (BDO) adalah sebuah bandar udara di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.Nama Husein Sastranegara diambil dari nama pahlawan yang berasal dari Jawa Barat. Bandara ini memiliki satu terminal yang digunakan untuk penerbangan domestik dan internasional, Terminal 2 sedang dikembangkan. Penumpang dapat menikmati fasilitas dua lounge eksekutif,, internet TV, Mushollah, restoran, toko dan ATM. Gubernur Jawa Barat mengumumkan bahwa akan membangun bandara baru untuk menggantikan Bandara Internasional Husein Sastranegara dan akan diberi nama bernama Bandara International Majalengka. Ini akan berlokasi di Kertajati, Kabupaten Majalengka, sekitar 100 kilometer sebelah timur Bandung.

Penerbangan dilayani oleh Merpati terbang ke Batam dan Surabaya, Garuda yang terbang ke Singapura, AirAsia menghubungkan Bandung dengan Kuala Lumpur dan Singapura, dan Sriwijaya dengan pesawat ke Surabaya dan Denpasar.

Foto Bandara

Bangka - Pangkal Pinang (PGK)

Bandung (BDO)

Bandar Udara Depati Amir adalah bandar udara yang terletak di Kota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bandara ini dikelola oleh PT. Angkasa Pura II sejak bulan Januari 2007. Pada awalnya bernama Pelabuhan Udara Pangkalpinang yang dibangun sejak penjajahan Jepang tahun 1942 sebagai pertahanan dari serangan tentara sekutu. Sesuai dengan surat Sekjen Dephub No. 378/TLK/DEPHUB/VIII/85 tanggal 22 Agustus 1985 nama Pelabuhan Udara diubah menjadi Bandar Udara. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. SK.1/AU.106/PHB-99 tanggal 25 Agustus 1999, Bandar Udara Pangkalpinang diubah menjadi Bandar Udara Depati Amir Bangka, yang merupakan UPT dari Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Sejak 1 Januari 2007, Bandara ini diserahkan pengelolaannya kepada sebuah BUMN yang membidangi pengelolaan beberapa bandara di wilayah barat Indonesia, yaitu PT. Angkasa Pura II (Persero).

Bandara ini telah sekian kali mengalami perubahan fisik, baik wilayah Terminal penumpang, fasilitas Landasan pacu, apron, maupun ruang udara. Terminal penumpang terus mengalami perluasan. Landasan pacu, pada awalnya berupa hamparan rumput, kemudian tanah keras atau biasa disebut runway strip. Seiring dengan bertambahnya kapasitas dan ukuran pesawat yang semakin besar, landasan pacu dikembangkan dengan konstruksi aspal.

Pada tahun 1978, landasan tersebut dipindah bergeser ke arah barat sejauh sekitar 75 meter, dengan panjang 1200m. Kemudian secara bertahap terus diperpanjang 1600 m, 1800m, 2000m dan selanjutnya tahun 2013 runway telah mencapai panjang 2250m x 45m. Dalam sejarah perpanjangan landasan pacu ini, pernah juga memotong sebuah jalan raya, hingga pada akhirnya jalan raya tersebut dialihkan ke arah jalur yang lebih sesuai. Hingga saat ini runway bandara ini telah mampu didarati pesawat type Boeing 737-800/900 & Airbus A320, walaupun dalam kapasitas yang terbatas.

Tempat parkir pesawat (apron) juga telah beberapa kali mengalami overlay (penebalan aspalt ). Hingga saat ini apron bandara ini telah mampu menampung 4 pesawat berbadan lebar sekaligus, seperti type Boeing 737-800/900 & Airbus A320.

Untuk ruang udara yang dikendalikan oleh unit Pelayanan Lalu Lintas Udara Bandara Depati Amir pada awalnya hanya melayani sebatas wilayah sekitar bandara hingga ketinggian 2500 kaki. Pada tahun 1992, batas wilayah berkembang, dengan batas horizontal hingga 30 Nm, dan batas vertikal 15.000 kaki. Pada tahun 2008 setelah dikelola oleh PT. Angkasa Pura II, batas horizontal diperlebar hingga jarak variatif 80 Nm, sedangkan batas vertikal hingga 24.500 kaki.

Sejak 1 Januari 2013 pengelolaan ruang udara pada Bandara Depati Amir beralih kepada Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau yang juga dikenal dengan AirNav Indonesia.

Adapun rute penerbangan terdiri dari rute jakarta - pangkalpinang pp yang dilayani oleh Sriwijaya AirGaruda IndonesiaLion Air dan Citilink, rute batam - pangkalpinang - tanjung pandan pp oleh Wings Air, rute tanjung pandan - pangkalpinang pp oleh Sriwijaya Air dan rute palembang - pangkalpinang pp oleh Sriwijaya Air.

Foto Bandara

Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat,Indonesia. Selain untuk melayani masyarakat, bandara ini juga merupakan salah satu pangkalan angkatan udara TNI. Jika dilihat di peta maka bandara umum akan terlihat di sebelah barat selatan dan militer di kanan barat selatan. Di sebelah utara landas pacunya dapat terlihat hanggar-hanggar milikPT. Dirgantara Indonesia.

Husein Sastranegara International Airport (BDO) adalah sebuah bandar udara di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.Nama Husein Sastranegara diambil dari nama pahlawan yang berasal dari Jawa Barat. Bandara ini memiliki satu terminal yang digunakan untuk penerbangan domestik dan internasional, Terminal 2 sedang dikembangkan. Penumpang dapat menikmati fasilitas dua lounge eksekutif,, internet TV, Mushollah, restoran, toko dan ATM. Gubernur Jawa Barat mengumumkan bahwa akan membangun bandara baru untuk menggantikan Bandara Internasional Husein Sastranegara dan akan diberi nama bernama Bandara International Majalengka. Ini akan berlokasi di Kertajati, Kabupaten Majalengka, sekitar 100 kilometer sebelah timur Bandung.

Penerbangan dilayani oleh Merpati terbang ke Batam dan Surabaya, Garuda yang terbang ke Singapura, AirAsia menghubungkan Bandung dengan Kuala Lumpur dan Singapura, dan Sriwijaya dengan pesawat ke Surabaya dan Denpasar.

Foto Bandara

Tempat Menarik di sekitar Airport Depati Amir (PGK)

5.2 Km

Bangka Botanical Garden (BBG) mengolah lahan untuk pengembangan dan percepatan ekonomi Bangka Belitung.…

8.8 Km

Pantai ini amat sejuk dengan deretan pohon kelapa. Banyak warung makanan tidak jauh dari pantai. Di…

8.8 Km

Pantai Tanjung Bunga berdekatan dengan kawasan pantai Pasir Padi, sekitar 2,5 km. Pada bagian arah kedarat…

8.8 Km

Objek wisata alam lain yang menjadi andalan Kota Pangkalpinang yaitu Hutan Wisata Tuatunu. Terletak…

Tempat Menarik di sekitar Airport Husein Sastranegara (BDO)

< 1 Km

Bandara Internasional Husein Sastranegara adalah sebuah bandara berkelas internasional yang berlokasi…

1.2 Km

Pempek Rama Bandung yang berada di Jalan Rama. Ada banyak pilihan Pempek yang bisa dipilih, salah satunya…

1.3 Km

PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan penerbangan di Asia yang memiliki kemampuan tinggi dalam bidang…

Cara booking pesawat menggunakan tiket.com