Cari Tiket Pesawat Bali - Denpasar Jakarta - Halim (DPS - HLP) Murah

Pulang Pergi?

Kenapa beli di tiket.com?

Banyak Pilihan Maskapai

Website dengan maskapai penerbangan terbanyak di Indonesia dan dunia.

Aman Dan Mudah

Metode pembayaran terlengkap dengan sistem online yang aman, lengkap, dan mudah.

Konfirmasi Langsung

Konfirmasi pembelian real-time. Tiket langsung dikirimkan melalui e-mail dan SMS.

tiket.com menyediakan jasa reservasi dan ticketing online tiket pesawat murah secara instan, di mana pelanggan dapat mencari dan memilih maskapai yang berbeda dalam sekali pembelian pulang pergi. tiket.com juga menyediakan tiket murah dari Bali - Denpasar (DPS) ke Jakarta - Halim (HLP) mulai dari ~ di bulan November 2019. Harga yang terdapat di tiket.com lebih murah dibandingkan harga tiket resmi di airlines karena biaya metode pembayaran pada tiket.com sangat murah. Sekarang pembayaran bisa dilakukan dengan banyak cara seperti Kartu Kredit, KlikBCA, Klikpay, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks, XL Tunai dan ePay BRI. Setelah pembayaran selesai dilaksanakan, voucher akan otomatis terkirim ke email anda dalam kurun waktu beberapa menit.

Harga Tiket Pesawat Bali - Denpasar Jakarta - Halim (DPS - HLP) Promo

Bali - Denpasar (DPS)

Jakarta - Halim (HLP)

Informasi Kota

Bali seringkali disebut-sebut sebagai surga dunia yang dimiliki Indonesia. Tidak heran, kalau nama Bali dikenal di seluruh bagian dunia, hingga menjadikan Bali sebagai tempat wisata yang menarik dan wajib dikunjungi.

Bali sendiri merupakan sebuah pulau yang berdekatan dengan Kepulauan Nusa Tenggara dan juga Pulau Jawa dan menjadikan Denpasar sebagai ibukota nya. Provinsi Bali juga dikelilingi oleh berbagai pulau-pulau cantik yang semakin menjadikan Bali tujuan untuk berwisata. Diantaranya adalah Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Menjangan, Pulau Nusa Lembongan, dan Pulau Serangan.

Pulau Bali merupakan pulau yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu. Jadi, kamu akan menemukan banyak Pura di sepanjang jalan yang ada di Pulau Bali ini. Bahkan, tempat sembahyang umat Hindu di Bali ini menjadi salah satu situs keagamaan yang menarik bagi wisatawan yang datang ke Bali,

Menjadikan Bali sebagai tempat wisata tentu bisa membuat liburan kamu terasa semakin menyenangkan. Pantai menjadi objek wisata yang paling digemari di Bali. Tidak heran jika kamu akan menemukan banyak wisatawan asing yang datang ke Bali untuk merasakan berjemur atau berselancar di pantai-pantai yang dimiliki Bali ini.

Bandar Udara Internasional Ngurah Rai

Bandar Udara Internasional Ngurah Rai merupakan satu-satunya bandar udara yang ada di Bali. Jadi, dari manapun kamu datang, tentunya kamu akan mendarat di Bandara Ngurah Rai ini. Bandara Ngurah Rai Bali termasuk dalam 3 bandara tersibuk yang ada di Indonesia. Setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan juga Bandara Internasional Juanda.

Bandara Ngurah Rai hanya memiliki jarak 13 kilometer dari Denpasar. Dengan adanya pembangunan tol menuju bandar udara ini bisa membuat perjalanan kamu lebih nyaman dan cepat.

Ada lebih dari 70 (tujuh puluh) maskapai dari seluruh dunia yang mendarat dan tinggal landas di landasan pacu Bandara Ngurah Rai. Dari penerbangan domestik seperti Bali – Jakarta hingga ke rute-rute langka seperti Bali – Vladivostok dilayani oleh bandara ini. Tak hanya itu, Bandara Ngurah Rai juga melayani penerbangan khusus untuk pesawat kargo.

Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Bandara ini menjadi salah satu bandara kebanggaan Indonesia yang setiap tahunnya melayani penerbangan untuk lebih dari 20 juta penumpang.

Bandara Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai adalah bandar udara yang dibangun oleh Voor Verkeer en Waterstaat pada tahun 1930. Dahulu, landasan pacu yang dimiliki bandar udara ini hanya sepanjang 700 meter di desa Tuban, sehingga menjadikan bandar udara ini disebut dengan Pelabuhan Udara Tuban.

Pengembangan Fasilitas Bandar Udara dan Keselamatan Penerbangan di bandar udara Ngurah Rai ini pun terus mengalami perubahan, yaitu berlangsung hingga tiga tahapan pembangunan. Hingga di tahapan FBUKP ketiga, pembangunan ini mencakup apron, area parkir, dan juga terminal.

Dari pembangunan yang dilakukan, hingga kini bandar udara ini mampu menampung setidaknya 25 juta penumpang setiap tahunnya. Hal ini jelas menjadikan Ngurah Rai sebagai bandara besar dan tersibuk di Indonesia.

Bandara Ngurah Rai hari ini pun masih menjadi bandara yang terus mengalami peningkatan jumlah kedatangan, baik dari domestik ataupun internasional.

Lokasi

Bandara Internasional Ngurah Rai berlokasi di Jalan Raya Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Penting untuk kamu mengetahui alamat dari bandara di Bali ini, terlebih jika kamu akan menggunakan kendaraan pribadi dan menyetir sendiri untuk bisa menuju bandar udara ini.

Letak bandar udara yang tidak jauh dari ibukota ini bisa menjadi referensi untuk kamu memesan penginapan yang dekat dengan bandara. Apalagi untuk kamu yang akan melakukan penerbangan pagi hari. Banyak pula tempat wisata yang bisa kamu kunjungi dengan letak yang tidak jauh dari bandara.

Terminal

Bandara Internasional Ngurah Rai memiliki 2 (dua) buah terminal penumpang.

1 (satu) terminal adalah untuk terminal domestik, dan 1 (satu) terminal lainnya adalah untuk mengakomodasi penerbangan internasional.

Akses

Akses untuk menuju bandara ini sangatlah bervariatif, sehingga kamu tidak perlu bingung apabila ingin menuju bandara. Transportasi darat bisa menjadi andalan kamu untuk menuju bandara tepat waktu sebelum keberangkatan. Semua bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan juga waktu tempuh dari lokasi kamu menuju bandara.

Transportasi yang bisa kamu gunakan diantaranya adalah angkutan kota, taksi meter, motor, hingga sewa mobil. Apabila kamu kesulitan mendapatkan kendaraan umum yang bisa membawa kamu menuju bandara, maka kamu bisa menggunakan transportasi yang disediakan di hotel tempat kamu menginap. Namun, tentunya kamu harus membayar biaya pengantaran ke bandara tersebut.

Foto Bandara

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto Bandara

Bali - Denpasar (DPS)

Jakarta - Halim (HLP)

Informasi Kota

Bali seringkali disebut-sebut sebagai surga dunia yang dimiliki Indonesia. Tidak heran, kalau nama Bali dikenal di seluruh bagian dunia, hingga menjadikan Bali sebagai tempat wisata yang menarik dan wajib dikunjungi.

Bali sendiri merupakan sebuah pulau yang berdekatan dengan Kepulauan Nusa Tenggara dan juga Pulau Jawa dan menjadikan Denpasar sebagai ibukota nya. Provinsi Bali juga dikelilingi oleh berbagai pulau-pulau cantik yang semakin menjadikan Bali tujuan untuk berwisata. Diantaranya adalah Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Menjangan, Pulau Nusa Lembongan, dan Pulau Serangan.

Pulau Bali merupakan pulau yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu. Jadi, kamu akan menemukan banyak Pura di sepanjang jalan yang ada di Pulau Bali ini. Bahkan, tempat sembahyang umat Hindu di Bali ini menjadi salah satu situs keagamaan yang menarik bagi wisatawan yang datang ke Bali,

Menjadikan Bali sebagai tempat wisata tentu bisa membuat liburan kamu terasa semakin menyenangkan. Pantai menjadi objek wisata yang paling digemari di Bali. Tidak heran jika kamu akan menemukan banyak wisatawan asing yang datang ke Bali untuk merasakan berjemur atau berselancar di pantai-pantai yang dimiliki Bali ini.

Bandar Udara Internasional Ngurah Rai

Bandar Udara Internasional Ngurah Rai merupakan satu-satunya bandar udara yang ada di Bali. Jadi, dari manapun kamu datang, tentunya kamu akan mendarat di Bandara Ngurah Rai ini. Bandara Ngurah Rai Bali termasuk dalam 3 bandara tersibuk yang ada di Indonesia. Setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan juga Bandara Internasional Juanda.

Bandara Ngurah Rai hanya memiliki jarak 13 kilometer dari Denpasar. Dengan adanya pembangunan tol menuju bandar udara ini bisa membuat perjalanan kamu lebih nyaman dan cepat.

Ada lebih dari 70 (tujuh puluh) maskapai dari seluruh dunia yang mendarat dan tinggal landas di landasan pacu Bandara Ngurah Rai. Dari penerbangan domestik seperti Bali – Jakarta hingga ke rute-rute langka seperti Bali – Vladivostok dilayani oleh bandara ini. Tak hanya itu, Bandara Ngurah Rai juga melayani penerbangan khusus untuk pesawat kargo.

Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Bandara ini menjadi salah satu bandara kebanggaan Indonesia yang setiap tahunnya melayani penerbangan untuk lebih dari 20 juta penumpang.

Bandara Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai adalah bandar udara yang dibangun oleh Voor Verkeer en Waterstaat pada tahun 1930. Dahulu, landasan pacu yang dimiliki bandar udara ini hanya sepanjang 700 meter di desa Tuban, sehingga menjadikan bandar udara ini disebut dengan Pelabuhan Udara Tuban.

Pengembangan Fasilitas Bandar Udara dan Keselamatan Penerbangan di bandar udara Ngurah Rai ini pun terus mengalami perubahan, yaitu berlangsung hingga tiga tahapan pembangunan. Hingga di tahapan FBUKP ketiga, pembangunan ini mencakup apron, area parkir, dan juga terminal.

Dari pembangunan yang dilakukan, hingga kini bandar udara ini mampu menampung setidaknya 25 juta penumpang setiap tahunnya. Hal ini jelas menjadikan Ngurah Rai sebagai bandara besar dan tersibuk di Indonesia.

Bandara Ngurah Rai hari ini pun masih menjadi bandara yang terus mengalami peningkatan jumlah kedatangan, baik dari domestik ataupun internasional.

Lokasi

Bandara Internasional Ngurah Rai berlokasi di Jalan Raya Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Penting untuk kamu mengetahui alamat dari bandara di Bali ini, terlebih jika kamu akan menggunakan kendaraan pribadi dan menyetir sendiri untuk bisa menuju bandar udara ini.

Letak bandar udara yang tidak jauh dari ibukota ini bisa menjadi referensi untuk kamu memesan penginapan yang dekat dengan bandara. Apalagi untuk kamu yang akan melakukan penerbangan pagi hari. Banyak pula tempat wisata yang bisa kamu kunjungi dengan letak yang tidak jauh dari bandara.

Terminal

Bandara Internasional Ngurah Rai memiliki 2 (dua) buah terminal penumpang.

1 (satu) terminal adalah untuk terminal domestik, dan 1 (satu) terminal lainnya adalah untuk mengakomodasi penerbangan internasional.

Akses

Akses untuk menuju bandara ini sangatlah bervariatif, sehingga kamu tidak perlu bingung apabila ingin menuju bandara. Transportasi darat bisa menjadi andalan kamu untuk menuju bandara tepat waktu sebelum keberangkatan. Semua bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan juga waktu tempuh dari lokasi kamu menuju bandara.

Transportasi yang bisa kamu gunakan diantaranya adalah angkutan kota, taksi meter, motor, hingga sewa mobil. Apabila kamu kesulitan mendapatkan kendaraan umum yang bisa membawa kamu menuju bandara, maka kamu bisa menggunakan transportasi yang disediakan di hotel tempat kamu menginap. Namun, tentunya kamu harus membayar biaya pengantaran ke bandara tersebut.

Foto Bandara

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto Bandara

Cara booking pesawat menggunakan tiket.com