Kereta

Pesan Tiket Kereta Api ke Lampung Tengah

Pulang Pergi?

Penumpang bayi tidak mendapatkan kursi sendiri

Info Tiket Kereta Api ke Lampung Tengah

Kamu mencari tiket kereta api ke Lampung Tengah murah? Apakah kamu memang salah satu calon penumpang yang menginginkan perjalanan nyaman dan mengagumkan dengan layanan transportasi kereta api? Cari tiket kereta api ke Lampung Tengah hanya di tiket.com. Melalui website & aplikasi tiket.com, kamu bisa pesan tiket kereta api ke Lampung Tengah dengan tanggal keberangkatan sesuai keinginanmu. tiket.com memiliki pilihan rute kereta api yang sangat lengkap. Kamu nggak perlu bingung untuk menemukan tiket kereta api ke Lampung Tengah yang kamu inginkan karena tiket.com akan selalu siap membantu kamu.

SELENGKAPNYA

Daftar Stasiun Kereta Api ke Lampung Tengah

Ambarawa

Pesan Tiket Kereta Api ke Lampung Tengah - Ambarawa Pesan Tiket Kereta Api ke Lampung Tengah - Ambarawa Pesan Tiket Kereta Api ke Lampung Tengah - Ambarawa Pesan Tiket Kereta Api ke Lampung Tengah - Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum. Museum ini melayani kereta wisata Ambarawa-Bedono pp, Ambarawa-Tuntang pp dan lori wisata Ambarawa-Tuntang pp. Kereta wisata Ambarawa-Bedono pp atau lebih dikenal Ambarawa Railway Mountain Tour ini beroperasi dari Museum ini menuju Stasiun Bedono yang jaraknya 35 KM dan ditempuh 1 jam untuk sampai stasiun itu. Kereta ini melewati rel bergerigi yang hanya ada di sini dan di Sawahlunto. Panorama keindahan alam seperti lembah yang hijau antara Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu dapat disaksikan sepanjang perjalanan.Pemandangan yang dapat dinikmati dari kereta dan lori Ambarawa-Tuntang pun tak kalah bagusnya. Kereta ini berangkat dari stasiun menuju Stasiun Tuntang yang berada sekitar 7 km dari museum. Di sepanjang jalan dapat dilihat lanskap menawan berupa sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening di kejauhan. Kereta ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi ditutup pada 1980an karena prasarana yang rusak. Harga karcis kereta wisata adalah Rp 50.000 per orang, sedangkan lori Rp10.000 per orang. Harga sewa kereta Rp 3.000.000 Ambarawa awalnya merupakan sebuah kota militer pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Raja Willem I memerintahkan untuk membangun stasiun kereta api baru yang memungkinkan pemerintah untuk mengangkut tentaranya ke Semarang. Pada 21 Mei 1873, stasiun kereta api Ambarawa dibangun di atas tanah 127.500 m². Pada awalnya dikenal sebagai Stasiun Willem I.[2]Willem I Stasiun Kereta Api awalnya titik pengangkutan antara 8 ½ 4ft di (1435 mm) cabang rel dari Kedungjati di timur laut dan 3ft 6in (1067 mm) baris rel selanjutnya menuju Yogyakarta melalui Magelang dari arah selatan. Hal ini masih bisa terlihat bahwa kedua sisinya dibangun stasiun kereta api untuk mengakomodasi ukuran yang berbeda.[3]Museum kereta api Ambarawa kemudian didirikan pada tanggal 6 Oktober 1976 di Stasiun Ambarawa untuk melestarikan lokomotif uap yang kemudian datang ke akhir masa pemanfaatan kembali ketika 3ft 6in (1067 mm) jalur rel kereta api dari Perusahaan Negara Kereta Api ditutup. Ini merupakan museum terbuka yang terdapat di samping stasiun asli.SELENGKAPNYA