Pembatasan Perjalanan & Karantina Wilayah

Indonesia

Benua Asia

Benua Amerika

Benua Australia & Oceania

Benua Eropa

Benua Afrika

  Pembatasan sebagian 

 

Dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 dan masa adaptasi kebiasaan baru (new normal), pemerintah mengeluarkan protokol kesehatan, kriteria, dan persyaratan perjalanan agar pelaksanaan PSBB di suatu wilayah dapat berjalan secara maksimal sehingga efektif dalam mencegah penyebaran COVID-19.

 

Protokol kesehatan, kriteria, dan persyaratan perjalanan ini sesuai dengan SE Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan di Wilayah pada Situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 No. 9/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), yaitu:


 

Kewarganegaraan

Protokol Kesehatan, Kriteria, dan Persyaratan Perjalanan

WNI 

Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Negeri

  • Seluruh penumpang yang menggunakan transportasi umum (darat, laut, udara) harus memenuhi persyaratan:

  • Menunjukkan identitas diri (KTP/tanda pengenal lain yang sah).

  • Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji Rapid Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan.

  • Bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR/Rapid Test, wajib menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) dari dokter Rumah Sakit/Puskesmas.

  • Persyaratan ini tidak berlaku untuk penumpang komuter dan perjalanan di dalam wilayah/kawasan aglomerasi.

Persyaratan Perjalanan Orang Kedatangan Luar Negeri

  • Seluruh penumpang harus menunjukkan surat hasil PCR test dari negara keberangkatan, jika tidak, maka penumpang harus melakukan PCR test pada saat ketibaan.

  • Persyaratan ini tidak berlaku untuk penumpang dari PLBN dan perjalanan komuter melalui (Pos Lintas Batas Negara) yang tidak memiliki fasilitas PCR. Mereka dapat melakukan Rapid Test dan menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) dari dokter Rumah Sakit/Puskesmas.

  • Selama waktu tunggu hasil pemeriksaan PCR Test, penumpang wajib menjalani karantina di akomodasi khusus yang disediakan pemerintah; atau

  • Memanfaatkan akomodasi karantina (hotel/penginapan) yang telah mendapat sertifikasi dari Kementerian Kesehatan;

Persyaratan Masuk Tambahan Sesuai Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI

  • Validasi health certificate yang dibawa WNI.

  • Pemeriksaan kesehatan tambahan:

  1. Wawancara.

  2. Pemeriksaan suhu, tanda, dan gejala COVID-19.

  3. Pemeriksaan Saturasi Oksigen.

  4. Pemeriksaan Rapid Test.

  • WNI dengan hasil pemeriksaan Rapid Test non reaktif.

  1. Diberikan klirens kesehatan

  2. Membawa Health Alert Card (HAC) yang sudah diberikan di pintu masuk.

  3. Dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan dengan membawa surat jalan dari Satgas Penanganan COVID-19.

  • WNI dengan hasil pemeriksaan Rapid Test reaktif, dilakukan pemeriksaan RT-PCR

  1. Jika hasil RT-PCR negatif COVID-19 dan tidak ditemukan penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan, maka penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan.

  2. Jika hasil RT-PCR positif COVID-19, maka dilakukan tindakan isolasi mandiri atau rujukan ke Rumah Sakit Darurat/Rumah Sakit Rujukan setempat dengan mengikuti ketentuan yang ada di dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang ditetapkan oleh Menteri dengan menerapkan protokol rujukan penyakit infeksi.

WNA 

Pembatasan Masuk

  • Orang Asing dilarang untuk masuk ke atau transit di Wilayah Indonesia.

Pengecualian Pembatasan Masuk

  • Anak dwi kewarganegaraan dengan paspor asing yang tercatat sebagai WNI dalam aplikasi Imigrasi dan memiliki bukti tanda masuk sbg WNI.

  • Orang Asing pemegang Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang Izin Masuk Kembalinya masih berlaku.

  • Orang Asing pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas.

  • Orang Asing pemegang Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas.

  • Tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan, dan alasan kemanusiaan.

  • Awak alat angkut.

  • Orang Asing yang akan bekerja pada PROYEK STRATEGIS NASIONAL dengan persetujuan Direktorat Jenderal Imigrasi.

  • Orang Asing pemegang Izin Tinggal Terbatas (KITAS)/Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang KITAS/KITAP dan Izin Masuk Kembali sudah habis masa berlakunya dan masih berada di luar negeri.

  • Bagi pemegang KITAS/KITAP tersebut hanya dapat masuk ke wilayah Indonesia melalui:

  1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

  2. Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar.

  3. Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

  4. Bandara Internasional Kualanamu, Medan.

  5. Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.

  6. Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam.

  7. Pelabuhan Internasional Citra Tritunas, Batam.

Persyaratan Masuk Tambahan Sesuai Protokol Kesehatan Penanganan Kedatangan WNA

  • Validasi health certificate yang dibawa WNA.

  • Pemeriksaan kesehatan tambahan:

  1. Wawancara.

  2. Pemeriksaan suhu, tanda, dan gejala COVID-19.

  3. Pemeriksaan Saturasi Oksigen.

  4. Pemeriksaan Rapid Test.

  • WNA dengan hasil pemeriksaan Rapid Test non reaktif.

  1. Diberikan klirens kesehatan.

  2. Membawa Health Alert Card (HAC) yang sudah diberikan di pintu masuk.

  3. Dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan dengan membawa surat jalan dari Satgas Penanganan COVID-19.

  • WNA dengan hasil pemeriksaan Rapid Test reaktif, dilakukan pemeriksaan RT-PCR.

  1. Jika hasil RT-PCR negatif COVID-19 dan tidak ditemukan penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan, maka penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan.

  2. Jika hasil RT-PCR positif COVID-19:

  • Jika memiliki komorbid atau gejala demam dan/atau salah satu gejala penyakit pernapasan, dilakukan tindakan isolasi mandiri atau rujukan ke Rumah Sakit Darurat/Rumah Sakit Rujukan setempat dengan menerapkan protokol rujukan penyakit infeksi.

  • Jika tidak memiliki jika memiliki komorbid atau gejala demam dan/atau salah satu gejala penyakit pernapasan, dilakukan karantina di tempat/fasilitas karantina.

 

  • Seluruh pendatang wajib mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Aplikasi tersedia dan dapat diunduh di Apple Store atau Google Play.

  • CLM (Corona Likelihood Metric) khusus untuk keberangkatan dan kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dapat diunduh di sini.

  • Penumpang dengan tujuan Bali wajib untuk mengisi formulir yang dapat diunduh di link ini

  • E-HAC (Electronic Health Alert Card) yang diisi sesampainya di Indonesia oleh setiap penumpang. Aplikasi E-HAC dapat diunduh di ponsel Android atau diberikan dalam pesawat sebelum landing. Klik di sini untuk mendapatkan aplikasi E-HAC.

Bagikan ke