Hotel Dekat Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion Lihat Peta

Rumah Tjong A Fie mulai dibangun pada tahun 1895 dan selesai di tahun 1900 dengan total 2 lantai, 35 kamar, dan luas 8.000 meter persegi. Rumah Tjong A Fie memiliki gaya arsitektur yang mendapatkan pengaruh dari China, Melayu, dan Art Deco. Selain itu struktur dari Rumah Tjong A Fie ini juga berlandaskan pada pengamatan prinsip feng-shui. Kamar-kamar yang ada di dalamnya ditempatkan pada empat sisi dan mengarah ke sebuah halaman besar di tengahnya, yang bisa diartikan sebagai “Well of Heaven”. Rumah Tjong A Fie terletak di Jl. Jenderal Ahmad Yani No.105, Kota Medan.

Pemilik Rumah Tjong A Fie, atau Tjong A Fie itu sendiri lahir pada tahun 1860 dan memiliki asal-usul dari tempat yang serba kekurangan di China. Tjong A Fie bahkan tidak menyelesaikan pendidikan sekolahnya untuk bisa membantu usaha keluarga bersama dengan saudaranya yang bernama Tjong Yong.

Di umur 18 tahun, Tjong A Fie mengikuti langkah yang diambil oleh saudaranya tersebut dan datang ke Labuan Deli di Sumatera. Pada saat itu, Tjong Yong Hian sudah memiliki kehidupan yang cukup mapan di kota Medan. Kemudian dua bersaudara tersebut menjalankan bisnis dengan sangat sukses. Tak hanya itu, mereka juga memiliki pengaruh yang besar karena memiliki hubungan dekat dengan penguasa asal Belanda, Sultan Deli, pebisnis asal China lainnya, dan banyak lagi. Hingga akhir usianya, Tjong A Fie memiliki bisnis di bidang perumahan, pertambangan, bank, kereta api, kelapa, tembakau, teh, karet, kelapa sawit, dan perkebunan gula.

Pada tahun 1906, Tjong A Fie dan Tjong Yong Hian bekerjasama dengan Cheong Fatt Tze untuk membangun jalur kereta api ChaoChow dan Sukow, jalur kereta api pertama di China yang didanai dari luar negeri.

Di tahun 1911, Tjong A Fie ditunjuk sebagai Majoor der Chineezen menggantikan saudaranya yang meninggal untuk memimpin pertumbuhan komunitas masyarakat China di Medan. Karena kemampuannya yang sangat baik dalam bekerjasama dan memberikan banyak kemudahan terhadap komunitas tersebut, Tjong A Fie menerima sejumlah penghargaan dari pemerintah Dutch Royal.

Dalam perannya sebagai Majoor der Chineezen, Tjong A Fie tak hanya menjadi pemimpin yang bijak, namun juga pemimpin yang murah hati. Tjong A Fie berniat untuk memberikan sebagian kekayaannya pada komunitas di Medan, tanpa membeda-bedakan ras atau agama. Tjong A Fie membangun sekolah, rumah sakit, kuil, gereja, masjid, dan fasilitas umum lainnya di Sumatera, Malaysia, dan China. Tjong A Fie sangat dihormati oleh masyarakat Medan karena kemurahan hatinya.

Tjong A Fie menikah tiga kali dalam hidupnya. Istri pertamanya yang bernama Madame Lie tinggal di China. Sedangkan pernikahan keduanya bersama dengan Madame Chew, asal Penang dan mereka memiliki tiga anak yang bernama, Tjong Kong Liong, Tjong Song-Yin, dan Tjong Kwei-Yin. Akan tetapi Tjong A Fie diceraikan oleh istri keduanya. Kemudian istri ketiganya bernama Madame Liem Koei Yap berasal dari Binjai, Sumatera Utara. Saat itu umurnya baru 16 tahun ketika menikahi Tjong A Fie yang jauh lebih tua. Mereka melahirkan tujuh anak yang diberi nama Tjong Foek-Yin (Queeny), Tjong Fa-Liong, Tjong Khian-Liong, Tjong Kwet Liong (Munchung), Tjong Lie Liong (Kocik), Tjong See Yin (Noni) dan Tjong Tsoeng-Liong (Adek). Menjalani hidup bersama dengan istri ketiganya dan juga ketujuh anaknya, Tjong A Fie tinggal di Rumah Tjong A Fie hingga ajal menjemputnya di tahun 1921.


Address

Jl. Jenderal Ahmad Yani No.105, Kesawan, Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20111

Page 1 / 8