Hotel Dekat Great Mosque of Medan

Kota Medan merupakan ibukota dari provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini terletak di sepanjang pesisir bagian timur laut dari Pulau Sumatera. Menurut jumlah penduduknya, Medan merupakan kota terbesar keempat di Indonesia, tepat setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Medan memiliki banyak tujuan wisata yang sangat terkenal. Salah satunya adalah Danau Toba yang merupakan danau vulkanik terbesar di dunia. Selain itu pusat kota Medan juga merupakan tempat yang sangat cantik dan indah untuk dikunjungi.

Banyak pengunjung yang menginginkan pengalaman autentik ketika berkunjung ke Medan. Ada banyak sekali tempat yang menunggu untuk kamu jelajahi ketika berada di Medan. Salah satu peninggalan bersejarah yang menarik untuk didatangi adalah Masjid Raya Medan.

Masjid Raya Medan atau juga dikenal sebagai Masjid Raya Al Mashun terletak di kota Medan, Indonesia. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909 dengan menggabungkan gaya arsitektur antara Timur Tengah, India, dan Spanyol. Selain itu, masjid ini juga memiliki bentuk segi delapan dan sayap bangunan yang melebar ke arah timur, selatan, utara, dan barat.

Pada awal pembangunannya, Masjid Raya Medan ini berada dalam satu kawasan yang sama dengan Istana Maimun. Sultan Ma'mun Al Rashid Perkasa Alam sebagai pemimpin dari Kesultanan Deli memulai pembangunan Masjid Raya Medan pada tanggal 21 Agustus 1906. Seluruh proses pembangunan tersebut akhirnya selesai pada tanggal 10 September 1909 dan ditandai dengan pelaksanaan salat Jumat pertama di masjid ini.

Sultan tersebut membangun masjid ini sesuai dengan prinsipnya yang lebih mementingkan masjid ini dibandingkan istananya sendiri, Istana Maimun. Konstruksi dari Masjid Raya Medan ini didanai oleh Kesultanan Deli, yakni Deli Maatschappij dan juga Tjong A Fie. Kedua orang tersebut merupakan pebisnis terkaya yang ada di Medan saat itu.

Awalnya, Masjid Raya Medan dirancang oleh seorang arsitek asal Belanda bernama Theodoor van Erp yang juga merancang Istana Maimun. Namun rancangan tersebut diserahkan dan dilanjutkan oleh JA Tingdeman karena ketika itu Theodoor van Erp dipanggil ke pulau Jawa oleh pemerintah Belanda untuk membantu proses pemulihan candi Borobudur di provinsi Jawa Tengah. Proses pemulihan tersebut membutuhkan beberapa material dari luar negeri seperti marmer dari Italia, Jerman, dan China, serta kaca berwarna yang didatangkan dari Perancis.

JA Tingdeman merancang Masjid Raya Medan dengan bentuk segi delapan simetris yang kemudian dikombinasikan dengan desain bergaya Maroko, Eropa, dan Timur Tengah. Masjid ini dibagi menjadi beberapa bagian yang antara lain adalah ruangan utama, tempat wudhu, gerbang masuk, dan juga menara.

Di ruangan utama, tempat yang digunakan untuk melaksanakan salat berjamaah, memiliki bentuk segi delapan yang tidak sempurna atau tidak sama sisi. Kemudian jendela yang mengelilingi bagian pintu beranda terbuat dari kayu dengan kaca berwarna yang indah. Jendela tersebut merupakan peninggalan dari periode Art Nouveau dari tahun 1890 hingga 1914 yang menggabungkan seni Islami.

Semua ornamen yang ada di Masjid Raya Medan baik itu di dinding, atap, pilar, dan lain sebagainya kaya akan bunga dan tanaman.di setiap beranda terdapat tangga berundak. Kubah dari Masjid ini mengambil model interior Turki, dengan bentuk segi delapan tidak sempurna. Kubah utama yang ada di tengah dikelilingi oleh empat kubah lainnya di atas setiap beranda dengan ukuran yang lebih kecil.


Address

Jl. Sisingamangaraja No.61, Teladan Bar., Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara 20212